Tugas Menteri ESDM dari Presiden, Evaluasi Biaya Gas Bumi Agar Kompetitif
:
0
Menteri ESDM Arifin Tasrif. dok. Merdeka.
EmitenNews.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendapat tugas khusus dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden memerintahkannya untuk mengevaluasi biaya-biaya produksi gas bumi agar harga jual ke industri menjadi kompetitif, terutama dibandingkan dengan negara-negara di kawasan ASEAN.
Kepada pers, Senin (31/7/2023), setelah mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, pihaknya diminta mengevaluasi kembali biaya-biaya yang dikeluarkan agar bisa memproduksikan gas sesuai biaya yang dikeluarkannya.
Evaluasi biaya produksi gas tersebut diperlukan agar struktur ekonomi Indonesia di sektor minyak dan gas lebih kompetitif dibandingkan negara lain. Terlebih, produksi minyak gas bumi Indonesia juga diekspor ke mancanegara.
“Operasionalnya itu efisien sehingga kita bisa mendapatkan gas yang kompetitif untuk mendukung berkembangnya industri dalam negeri,” katanya.
Dalam rapat Senin ini, Presiden dan jajaran menteri membahas strategi besar (grand strategy) untuk eksplorasi dan eksploitasi gas bumi. Pada prinsipnya, Indonesia tetap memprioritaskan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri.
Related News
Kinerja Membaik, Laba Petrosea (PTRO) Melonjak Berlipat-lipat, 613%
Tunggu Platform Siap, Pajak Marketplace Berlaku Mulai 1 November
BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1,25%, Tertinggi dalam 31 Tahun
Rupiah Menguat ke Rp17.745 per Dolar AS pada Jumat Pagi
Harga Minyak Melandai, Bursa Asia Pasifik Kompak Melesat
Yen Melemah, Nikkei Naik 0,9% Jelang Keputusan Suku Bunga BOJ





