EmitenNews.com - Catur Sentosa Adiprana (CSAP) tahun lalu meraup laba bersih Rp239,11 miliar. Menanjak 13 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp211,51 miliar. Laba per saham dasar menjadi Rp53,63 dari sebelumnya Rp47,44. 


Total pendapatan bersih Rp14,72 triliun, surplus 7 persen dari edisi sama 2021 sejumlah Rp13,64 triliun. Itu dari penjualan barang beli putus Rp14,57 triliun naik dari Rp13,50 triliun. Penjualan konsinyasi Rp869 miliar naik dari Rp730 miliar. Beban pokok penjualan konsinyasi Rp719 miliar bengkak dari Rp486 miliar. 


Beban pokok penjualan barang beli putus Rp12,20 triliun, bengkak 7 persen dari Rp11,35 triliun. Laba kotor Rp2,52 triliun, melesat 10 persen dari edisi sama 2021 sebesar Rp2,28 triliun. Beban operasional Rp2,04 triliun, bengkak 7 persen dari Rp1,9 triliun. Pendapatan usaha lain-lain bersih Rp134 miliar, naik dari Rp128 miliar. 


Laba usaha Rp605,78 miliar, melesat 17 persen dari Rp516,59 miliar. Pendapatan keuangan Rp1,51 miliar, turun dari Rp1,71 miliar. Beban keuangan Rp268 miliar, bengkak dari Rp230,24 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp338 miliar naik dari Rp288 miliar. Laba tahun berjalan Rp263,26 miliar, naik 16 persen dari periode sama 2021 sebesar Rp225,31 miliar. 


Total ekuitas Rp2,49 triliun, menanjak 10 persen dari posisi akhir 2021 sebesar Rp2,26 triliun. Jumlah liabilitas Rp7,14 triliun, bengkak 14 persen dari posisi akhir 2021 senilai Rp6,23 triliun. Jumlah aset Rp9,64 triliun, tumbuh 13 persen daripada episode sama 2021 sebesar Rp8,5 triliun. (*)