EmitenNews.com  —  Pada Tahun Buku 2021, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) mampu membukukan laba bersih Rp3,43 triliun, atau mengalami kenaikan 20,77 persen, dibanding setahun sebelumnya, yakni Rp2,84 triliun.

 

Berdasarkan laporan keuangan TOWR yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (19/4), kenaikan laba bersih tersebut terkatrol pertumbuhan pendapatan 2021 sebesar 15,97 persen (year-on-year) menjadi Rp8,64 triliun.

 

Seiring dengan peningkatan pendapatan itu, sepanjang tahun lalu TOWR mencatatkan kenaikan jumlah beban pokok pendapatan 13,6 persen menjadi Rp2,34 triliun dari Rp2,06 triliun pada Tahun Buku 2020. Sehingga, laba bruto untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 menjadi Rp6,3 triliun.

 

Sementara itu, jumlah laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan TOWR untuk Tahun Buku 2021 sebesar Rp3,72 triliun, meningkat 16,6 persen dibanding Tahun Buku 2020 yang senilai Rp3,19 triliun.

 

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) 2021 sebesar Rp268,21 miliar, maka laba tahun berjalan TOWR menjadi Rp3,45 triliun. Sedangkan besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2021 sebesar Rp3,43 triliun.

 

Per 31 Desember 2021, total liabilitas TOWR tercatat melambung 123,4 persen menjadi Rp53,77 triliun dari posisi per 31 Desember 2020 sebesar Rp24,07 triliun. Sedangkan, total ekuitas hingga akhir Desember 2021 tercatat Rp12,06 triliun atau lebih tinggi dibanding per akhir Desember 2020 yang senilai Rp10,18 triliun.

 

Peningkatan liabilitas TOWR lebih disebabkan utang perseroan pada bank sebesar Rp16,75 triliun untuk mengakuisisi PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) yang memiliki liabilitas Rp8,41 triliun per 31 Desember 2021.