Tumbuh Signifikan, Dalam 7 Bulan Volume Trade Finance BRI Capai Rp341 Triliun
:
0
Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto. dok. ist.
EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), atau BRI, terus memperkuat layanan keuangan yang unggul. BRI mewujudkan hal itu, melalui penyediaan berbagai layanan prima. Salah satunya melalui transaksi trade finance BRI per akhir Juli 2023 yang tumbuh signfikan dengan volume mencapai Rp341 triliun, atau dalam tujuh bulan tumbuh double digit dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dalam keterangannya Senin (21/8/2023), Direktur Bisnis Wholesale dan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto mengatakan BRI optimistis dapat menjaga pertumbuhan tersebut hingga akhir tahun 2023. “Untuk penguatan trade finance BRI, kami akan terus melakukan inovasi digitalisasi produk guna meningkatkan komersialisasi pada nasabah eksisting dan layanan terintegrasi untuk nasabah.”
BRI juga optimistis dapat memperoleh Fee Based Income (FBI) dari trade finance yang lebih baik dari tahun lalu. Pada tahun 2022 FBI yang berhasil digenerate dari trade finance mencapai Rp1,7 triliun.
Kemudian strategi bisnis transaction banking secara keseluruhan, akan mengarah ke pengembangan target market baru (expanding new target markets) dan menciptakan value propositions yang tepat bagi kebutuhan nasabah. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan wallet share yang lebih mendalam di sektor-sektor agribisnis, manufaktur, energy and mining, e-commerce, serta multinational companies.
Selama ini, BRI terus berinovasi melalui berbagai bentuk layanannya, seperti Integrated Wholesale SuperApps Platform yaitu QLola by BRI. Semua itu memudahkan nasabah dalam melakukan akses ke berbagai produk dan layanan wholesale BRI dengan hanya satu kali login (Single Sign On Access).
Related News
Kabel Laut Pukpuk TLKM Koneksikan Langsung Papua ke Jaringan Global
Yuk Berburu Dividen, 11 Saham Tawarkan Yield Menarik, Cek Jadwalnya!
Komisaris dan Direksi HEAL Borong Saham, Sinyal Optimisme Orang Dalam
BIPI Bidik 50 Persen Pendapatan Non-Batu Bara, Tanam Capex USD5 Miliar
BAF Siapkan Rp244,3 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo Juni 2026
BFI Finance Minta Restu Alihkan 290 Juta Saham Treasury via MESOP





