EmitenNews.com - Bank Permata (BNLI) menyudahi 2025 dengan torehan laba bersih Rp3,58 triliun. Tumbuh minimalis 0,56 persen dari episode sama akhir tahun sebelumnya Rp3,56 triliun. Oleh sebab itu, laba per saham dasar dan dilusian perseroan stagnan di kisaran Rp99. 

Pendapatan bunga Rp14,79 triliun, turun dari Rp14,95 triliun. Pendapatan syariah Rp2,24 triliun, susut dari Rp2,25 triliun. Beban bunga Rp6,02 triliun, bengkak dari Rp5,91 triliun. Beban syariah Rp993,59 miliar, menciut dari Rp1,07 triliun. Pendapatan bunga dan syariah Rp10,02 triliun, turun dari Rp10,22 triliun. 

Pendapatan provisi dan komisi Rp1,45 triliun, susut dari Rp1,56 triliun. Pendapatan transaksi perdagangan Rp381,75 miliar, menanjak dari Rp227,75 miliar. Bagian atas rugi bersih dari entitas asosiasi nihil dari Rp23,51 miliar. Keuntungan penjualan efek-efek untuk tujuan investasi Rp509,02 miliar, melonjak dari tekor Rp57,29 miliar. 

Pendapatan operasional lainnya Rp189,38 miliar, naik dari Rp153,22 miliar. Total pendapatan operasional Rp12,55 triliun, melesat dari Rp12,08 miliar. Kerugian penurunan nilai aset Rp1,77 triliun, bengkak dari Rp1,52 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,7 triliun, turun dari Rp1,85 triliun. Beban gaji dan tunjangan Rp3,44 triliun, bengkak dari Rp3,16 triliun. 

Total beban operasional Rp7,92 triliun, naik dari Rp7,47 triliun. Jumlah ekuitas Rp45,84 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp42,6 triliun. Total liabilitas Rp222,49 triliun, bengkak dari Rp216,46 triliun. Jumlah aset Rp268,34 triliun, melonjak dari akhir 2024 senilai Rp259,06 triliun. (*)