EmitenNews.com - Jelang pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR, perkembangan nilai tukar rupiah cenderung bergerak fluktuatif setelah hari sebelumnya mata uang Garuda ambruk mencapai rekor terendah sepanjang sejarah.

Nilai tukar rupiah pada Selasa (19/5) terus tertekan seiring menguatnya dolar di tengah konflik natara AS dan Iran yang masih memanas.

Berdasarkan nilai tukar yang terpampang di laman Bank Indonesia kura JISDOR berada di level Rp17.719 per dolar AS pada 19 Mei 2026. Kurs rupiah di Google masih cenderung fluktuatif. Dari posisi terakhir 19 Mei yang tercatat Rp17.785 per dolar, pagi ini sebelum Presiden ke DPR rupiah sempat tercatat di angka Rp17.751 tapi kemudian melandai ke angka Rp17.739.

Kurs rupiah yang dipantau di wise.com pagi ini berada di level Rp17.738, bergerak positif dibanding penutupan sebelumnya Rp17.752 pada 19/5. Namun data realtime wise rupiah sempat jeblok menembus angka Rp17.784 per dolar AS. Sementara pantauan dari Morningstar, rupiah pagi ini melemah -0,16 ke level Rp17.738 per dolar AS.

Pasar tampaknya masih harap-harap cemas menunggu apa policy yang akan dipaparkan Presiden Prabowo merespon melemahnya rupiah ke level terendah sepanjang sejarah. Pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan berlangsung siang nanti, khususnya terkait BI Rate.(*)