EmitenNews.com - Tekanan daya beli dan efisiensi yang belum sepenuhnya mengimbangi penurunan penjualan membayangi kinerja PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) sepanjang 2025. Emiten produsen roti tersebut membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp258,51 miliar hingga 31 Desember 2025, terkoreksi 28,70 persen secara year on year (yoy) dari Rp362,56 miliar pada 2024.

Dalam laporan keuangan terbaru emiten ROTI dikutip Minggu (1/3/2026) Pendapatan perseroan pada setahun penuh 2025 ikut tergerus 4,58 persen yoy menjadi Rp3,75 triliun dari Rp3,93 triliun. Beban pokok penjualan memang turun tipis 1,12 persen yoy menjadi Rp1,76 triliun, namun penyusutan top line membuat laba bruto tetap menyempit 7,01 persen yoy menjadi Rp1,99 triliun dari Rp2,14 triliun.

Margin operasional semakin tertekan. Laba usaha ROTI merosot 25,82 persen yoy menjadi Rp386,71 miliar dibandingkan Rp521,32 miliar pada tahun sebelumnya. Laba sebelum pajak pun melandai 28,94 persen yoy menjadi Rp333,23 miliar dari Rp468,94 miliar.

Menilik sisi struktur keuangan, total aset menyusut 5,61 persen yoy menjadi Rp3,53 triliun per akhir Desember 2025 dari Rp3,74 triliun. Sementara itu, total liabilitas naik 4,20 persen yoy menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,43 triliun, mencerminkan peningkatan kewajiban di tengah penurunan kinerja laba.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (27/2) saham ROTI tercatat menguat 0,65 persen naik 5 poin di posisi Rp770.