Turun Peringkat Kredit PTPP ke idBB CreditWatch Negatif, Akibat Ini
:
0
Aktivitas konstruksi PTPP. Foto: PT PP (Persero) Tbk.
EmitenNews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mendegradasi peringkat PT PP (Persero) Tbk. (PTPP). Peringkat diturunkan satu notch menjadi idBB dari sebelumnya idBBB+ dengan status CreditWatch Implikasi Negatif.
Penurunan ini juga berlaku untuk seluruh instrumen utang PTPP. Pefindo memangkas peringkat Obligasi Berkelanjutan III dan IV menjadi idBB dari idBBB+. Sementara peringkat Sukuk Mudharabah I turun menjadi idBB(sy) dari idBBB+(sy). Keputusan diumumkan Jumat (28/8/2026).
Dipicu Rencana Restrukturisasi Kupon dan Jatuh Tempo
Aksi pemangkasan ini mencerminkan rencana PTPP menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO). Agendanya adalah permohonan restrukturisasi kupon dan jatuh tempo atas obligasi dan sukuk yang masih beredar.
Pembayaran kupon terdekat jatuh tempo pada 28 September 2026.
"Menurut pandangan kami, rencana tersebut mencerminkan tekanan likuiditas PTPP yang akut dan profil kredit yang melemah secara material, yang didorong oleh keterbatasan akses pendanaan dan tantangan refinancing," tulis Pefindo dalam risetnya.
Pefindo menilai kondisi tersebut membatasi fleksibilitas keuangan PTPP dan mendorong dilakukannya restrukturisasi. Hal ini mengindikasikan menurunnya kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara tepat waktu.
Risiko Likuiditas Jadi Penekan Utama
Pefindo menyebut peringkat PTPP mencerminkan sumber pendapatan yang terdiversifikasi. Namun peringkat dibatasi oleh risiko likuiditas yang material, fleksibilitas keuangan yang lemah, paparan terhadap segmen properti hunian vertikal, serta lingkungan bisnis yang volatil.
Ke depan, Pefindo dapat meninjau kembali peringkat PTPP berdasarkan hasil keputusan RUPO. Jika pemegang obligasi menyetujui, maka hal itu dapat memicu penurunan peringkat lebih lanjut.
Related News
Bos BYAN & Putri Lego Jutaan Lembar, Setor ke H Isam?
Anomali, Saham Baru Lepas Suspensi Ini Melesat ARA Kala yang Lain ARB
Rumor Haji Isam Siap Akuisisi BCA (BBCA) dalam Pantauan OJK, Faktanya?
Lepas Aset Digital, Laba EAST Kuartal III Tumbuh Positif
PRDA Stock Split, Bagaimana Valuasi & Prospeknya?
Genjot Produksi Pani Gold Mine, EMAS Akselerasi Proyek CIL 2





