UNIDO-Tsingshan Tunjuk IWIP Pilot Project Industri Nikel Berkelanjutan
:
0
Kolaborasi Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) tetapkan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi kawasan percontohan pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan. Dok. Tribunnews.
EmitenNews.com - Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menjadi kawasan percontohan (pilot project) pengelolaan kawasan industri nikel berkelanjutan. Penunjukan itu ditetapkan melalui kerja sama antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO).
Dalam keterangannya Kamis (15/1/2026), Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Kevin He menyampaikan bahwa penetapan sebagai kawasan percontohan menjadi momentum penting untuk memperkuat penerapan standar keberlanjutan di kawasan industri.
Menurut Kevin, “IWIP berkomitmen mendukung prioritas nasional, yakni hilirisasi dan peningkatan nilai tambah serta penguatan kapasitas SDM, dengan memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi bagian dari praktik operasional.
“Ini adalah bagian dari upaya memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan,” ujar Kevin He.
Untuk langkah awal dalam pelaksanaan kerja sama kemitraan ini, Tsingshan bersama UNIDO dan IWIP menggelar dialog pemangku kepentingan bertajuk Tsingshan-UNIDO Collaboration Conference on Industrial Parks for Sustainable Development.
Konferensi berlangsung pada 14–15 Januari 2026 di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara. Forum ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), mitra industri, serta asosiasi industri, untuk membahas arah penguatan tata kelola kawasan industri nikel berkelanjutan.
Penting diketahui, kerja sama Tsingshan-UNIDO–IWIP ini disusun dalam kerangka waktu tiga tahun dengan fokus pada peningkatan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola kawasan industri, serta dijalankan melalui empat pilar utama, pengembangan ekonomi sirkular, peningkatan kapasitas industri.
Soal pemberdayaan masyarakat, dan penguatan manajemen rantai pasok hijau, dengan cakupan kegiatan meliputi peningkatan efisiensi penggunaan sumber daya, penerapan produksi yang lebih bersih, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi hijau, penerapan standar internasional, serta pengurangan dampak lingkungan di sepanjang rantai nilai industri.
Melalui kemitraan ini, UNIDO berperan memberikan pendampingan teknis dan penguatan kapasitas, sementara Tsingshan Holding Group mendukung implementasi di tingkat kawasan industri. IWIP ditetapkan sebagai lokasi percontohan penerapan pengelolaan kawasan industri berkelanjutan.
UNIDO percaya sektor mineral tidak hanya harus mengekstraksi nilai
Related News
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Prediksi Pekan Depan Bagaimana?
Honda Akui Susah Lawan Mobil Listrik Murah Buatan China
Perbankan Tadah KLM Rp427,9 Triliun Awal April
AS Raih 'Berkah' Nyerang Iran, Catat Rekor Tertinggi Ekspor Minyak
Target Kementan 2026, Produksi Gula Kristal Putih 3,04 Juta Ton
Kembangkan PLTS Berbasis Koperasi, LPDB Siapkan Rp2,1 Triliun





