UOB Guyur Kredit Entitas Sarana Menara (TOWR), Intip Alokasinya
:
0
EmitenNews.com - Entitas Sarana Menara Nusantara (TOWR) mendapat fasilitas kredit senilai Rp1,3 triliun. Pinjaman lunak dari UOB tersebut akan membanjiri Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), Iforte Solusi Infotek (Iforte), dan Komet Infra Nusantara (KIN).
Komitmen pinjaman tersebut terbagi dalam revolving credit facility dapat digunakan Protelindo, Iforte, dan KIN dengan batas pemakaian sebagai berikut. Pinjaman untuk Protelindo tidak melebihi Rp1,3 triliun. Lalu, untuk Iforte tidak melebihi Rp1,3 triliun, dan untuk KIN tidak melebihi Rp500 miliar.
Selanjutnya, bank garansi sebesar Rp500 miliar dengan batas pemakaian sebagai berikut: Untuk Protelindo tidak melebihi Rp500 miliar. Lalu, untuk Iforte tidak melebihi Rp500 miliar, dan untuk KIN tidak melebihi Rp300 miliar. Fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada 23 Februari 2024.
”Tujuan pinjaman revolving credit facility untuk kebutuhan modal kerja dan/atau tujuan umum perusahaan Protelindo, Iforte, dan KIN. Lalu, bank garansi untuk menjamin kinerja Protelindo, Iforte, dan KIN sehubungan dengan kontrak atau proyek,” tulis Adam Gifari, Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara.
Transaksi itu, bukan merupakan benturan kepentingan sebagaimana Peraturan OJK No. 42 Tahun 2020 tentang transaksi afiliasi, dan transaksi benturan kepentingan. Transaksi juga bukan material sebagaimana Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 tentang transaksi material, dan perubahan kegiatan usaha.
”Pelaksanaan transaksi tersebut tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan sebagai emiten alias perusahaan terbuka,” ucapnya. (*)
Related News
Hari ini, MBMA Mulai Eksekusi Buyback Rp1,46 Triliun
HGII Bagi Dividen, Cum Date 22 Juni 2026
BUKA Belum Tentukan Dirut Definitif, Tunjuk Eks Kapolri Jadi Komut
Nusantara Sawit (NSSS) Tebar Dividen Final Rp5/Saham, Ini Jadwalnya
Distribusi 15 Juli, Ini Jadwal Penting Dividen Samator Gas Rp35 Miliar
BTEK Incar Pasar Kakao Premium 2026 Usai Pendapatan Anjlok 88,6 Persen





