Usai Aksi Borong Pengendali, Entitas Ini Melepas 5,2 Juta Saham WGSH
:
0
Ilustrasi foto gedung operasional emiten WGSH. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Salah satu pemegang saham utama (PSU) PT Wira Global Solusi Tbk (WGSH), Pusaka Mas Persada, tercatat melakukan divestasi sebagian porsi sahamnya pada awal tahun 2026.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (7/1/2026), Pusaka Mas Persada melepas sebanyak 5,2 juta lembar saham WGSH pada 5 Januari 2026 dengan harga Rp250 per saham. Dengan demikian, nilai nominal transaksi penjualan tersebut mencapai Rp1,30 miliar.
Sebelum transaksi, Pusaka Mas Persada menggenggam 101.976.601 lembar saham atau setara 9,78 persen kepemilikan. Setelah divestasi, porsi saham miliknya menyusut menjadi 96.776.601 lembar saham, dengan porsi kepemilikan turun menjadi 9,28 persen.
Dalam keterangannya, aksi jual tersebut dilakukan murni untuk kepentingan strategi investasi.
Manajemen WGSH menegaskan bahwa perubahan kepemilikan saham di tingkat pemegang saham tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan.
Menariknya, aksi divestasi ini terjadi tak lama setelah entitas pengendali WGSH, Komisaris sekaligus Pengendali Perseroan Ikin Wirawan, justru menambah porsi kepemilikannya.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Jumat (2/1/2026), Ikin Wirawan tercatat membeli 21.050.000 lembar saham WGSH pada 30 Desember 2025 dengan harga Rp140 per saham.
Total nilai pembelian saham tersebut mencapai Rp2,95 miliar, mencerminkan langkah konsolidasi kepemilikan oleh pengendali di tengah pergerakan saham WGSH.
Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), saham WGSH tercatat stagnan di level Rp282 per saham.
Related News
DSSA Lepas 9,63 Miliar Saham Treasury Mulai 10 Agustus, Siap Tampung?
Harga Rights Issue AHAP Rp50, Anthoni Salim via ACA Serap Rp109,5M
VISI Lunasi Utang BCA Usai Raffi-Nagita Masuk, Liabilitas Turun 82%
ABMM Kebut Produksi Tambang Aceh, Laba Semester I Melonjak 42 Persen
APLN Agresif Pangkas Utang, Kinerja Semester I Ikut Melonjak
Pendapatan KIJA Susut 11 Persen, Recurring Income Malah Dominan





