Usut Dugaan Pelanggaran Pasar Modal, Kapolri akan Kirim Tim Bareskrim
:
0
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Dok. JPNN.
EmitenNews.com - Polri akan mengerahkan tim dari Bareskrim Polri untuk menyelidiki dugaan pelanggaran maupun tindak pidana di pasar modal. Pengerahan tim tersebut dilakukan berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan hal tersebut usai mengunjungi Gedung Bursa Efek Indonesia bersama OJK dan Danantara, Jumat (16/10/2026).
"Polri akan menurunkan tim dari Bareskrim Polri sesuai informasi dan pengaduan yang kami dapatkan. Ada dugaan pelanggaran maupun tindak pidana pasar modal," katanya.
Untuk itu, Polri akan mengumpulkan alat bukti sebelum mengambil tindakan terhadap dugaan pelanggaran tersebut. Kapolri mengungkapkan, keputusan itu dilakukan untuk memberikan kepastian hukum terkait persoalan di pasar modal.
"Dengan alat bukti yang akan kami kumpulkan, kami akan melakukan tindakan tegas dalam rangka memberikan kepastian hukum terkait permasalahan di dunia pasar modal ini," ujar Kapolri baru tersebut.
Dalam Penanganan tidak Hanya Sekuritas, juga Perorangan yang Terlibat
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa pihak yang menjadi perhatian dalam penanganan tersebut tidak hanya sekuritas, tetapi juga perorangan yang terindikasi terlibat. "Yang disampaikan Pak Kapolri itu termasuk sekuritas dan perorangan yang terindikasi terlibat."
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok secara signifikan hingga turun 8,01 persen ke level 5.393,924 pada awal perdagangan Jumat (16/10/2026). IHSG terkoreksi 469,856 poin. Pelemahan tajam tersebut membuat perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami trading halt atau penghentian sementara.
Penting dicatat, trading halt merupakan penghentian sementara perdagangan saham. Langkah itu diambil, berkaitan dengan penurunan IHSG mencapai ambang batas tertentu sesuai ketentuan BEI.
Tekanan jual terlihat mendominasi perdagangan. Sebanyak 595 saham melemah, sedangkan 14 saham menguat dan 33 saham bergerak stagnan.
Related News
Kejagung Tetapkan Direktur Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Rp2T
Dugaan KPK, Adik Eks Kepala BNPB Pakai Uang Korupsi Beli Saham
Resmi jadi Tersangka, Bupati Klaten Hamenang Ditahan KPK
In this Economy: Nyaris Rp1000 T Perputaran Dana PETI,Rp50 T ke Negara
Percepatan Keberangkatan Haji, Travel Bayar Fee USD4 Ribu Per Jemaah
Keuangan Syariah Jadi Isu Sentral Forum Islamic Global





