Vale (INCO) Kantongi Amunisi Nyaris Rp13T untuk Ekspansi Tahun Ini!
:
0
Aktivitas operasional HPAL milik emiten PT Vale Indonesia Tbk. (INCO). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memperbesar kapasitas pendanaannya setelah mengeksekusi opsi greenshoe senilai USD250 juta dari fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) yang sebelumnya diperoleh dari sejumlah bank global.
Dengan eksekusi tersebut, total fasilitas kredit perseroan terangkat naik menjadi USD750 juta atau setara sekitar Rp12,96 triliun. Fasilitas ini ialah andil bagian dari skema pembiayaan berbasis keberlanjutan atau Sustainability Linked Loan (SLL) yang melibatkan sindikasi 14 perbankan, termasuk DBS Bank Ltd., Mizuho Bank Ltd., PT Bank Mizuho Indonesia, dan UOB Ltd.
Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia, Rizky Andhika Putra, dalam pernyataannya dikutip Jumat (24/4/2026) bahwa fasilitas ini bersifat fleksibel karena berbentuk plafon kredit.
“Penarikan dana akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan,” ujar Rizky.
Rizky menyebutkan, dana tersebut akan digunakan untuk keperluan umum korporasi, termasuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan modal kerja.
Secara spesifik, sekitar 50 persen dialokasikan untuk proyek Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, 30 persen untuk IGP Morowali, dan 20 persen untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.
Ia juga mengakui bahwa fasilitas senilai USD750 juta tersebut belum mencukupi seluruh kebutuhan ekspansi perseroan ke depan.
“USD750 juta yang kita dapatkan ini juga sebetulnya belum memenuhi keseluruhan kebutuhan dari rencana ekspansi kami. Ini untuk pertahun ini sudah cukup, namun ke depannya kami karena ekspansi yang masih cukup akan memenuhi kebutuhan lagi,” kata Rizky.
Selanjutnya, perseroan memperkirakan masih membutuhkan tambahan pendanaan sekitar USD1 miliar hingga USD1,5 miliar guna mendukung pengembangan proyek secara bertahap, termasuk pemenuhan hak partisipasi dalam proyek joint venture.
Fasilitas kredit ini memiliki tenor 24 bulan sejak 25 Maret 2026 dengan opsi perpanjangan hingga 6–12 bulan, serta bunga mengacu pada term SOFR ditambah margin tertentu. Secara nilai, transaksi ini tergolong material karena setara sekitar 26 sekian persen dari total ekuitas perseroan.
Related News
ARGO Bangun Gudang J&T Rp120M, Kantongi Kontrak Jumbo 10 Tahun
Merah Total! IHSG Anjlok 3 Persen Lebih di Akhir Pekan
Akuisisi Jumbo! Investor Hong Kong Bidik Kendali Puri Sentul (KDTN)
Damai Investama Pangkas Kepemilikan saat TRJA Fokus Pacu Ekspansi
OASA Tambah Kepemilikan di Indoplas Dewata Energi
Hilmi Panigoro Jual Saham MEDC Rp17 Miliar, Porsi Tersisa 0,11 Persen





