EmitenNews.com - Pradiksi Gunatama (PGUN) menjelaskan gadai 100 persen saham pengendali kepada Bank Mandiri (BMRI). Pengendai PGUN yaitu Baramega Cipta Mulia Persada (BCMP), Araya Agro Lestari (AAL), dan Citra Agro Raya (CAR). Teken gadai saham dengan BMRI telah dipatenkan pada 28 September 2026.

Gadai saham itu, seiring fasilitas kredit Jhonlin Baratama, perusahaan Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam. Seluruh proses dilakukan langsung Jhonlin Baratama dengan BMRI. Jumlah saham sebagai objek gadai mencapai 5,29 miliar helai atau 92,38 persen.

”Perseroan tidak terlibat penuh dalam pembahasan, negosiasi, pengajuan, maupun penerimaan offering letter dari Bank Mandiri,” tegas Tamlikho, Direktur Pradiksi Gunatama.

Meski begitu, PGUN telah diinformasikan soala gadai saham atas kepemilikan saham AAL, CAR, dan BCMP kepada Bank Mandiri. Soal volatilitas harga saham PGUN periode Agustus 2026 berdekatan dengan proses pengajuan fasilitas kredit itu, manajemen menegaskan tidak ada hubungan sama sekali.

"Fluktuasi harga saham sepenuhnya merupakan mekanisme pasar. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh persepsi investor, dan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia,” ucap Tamlikho.

PGUN menegaskan tidak ada aliran dana dari fasilitas kredit Bank Mandiri tersebut masuk perseroan, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha. Selain itu, PGUN juga tidak ikut memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee), menjaminkan aset, maupun dukungan lain atas fasilitas kredit tersebut.

Mengenai potensi risiko, dan mekanisme eksekusi gadai jika terjadi wanprestasi atau cidera janji, PGUN menyerahkan kepada mekanisme sesuai perjanjian kredit antara Jhonlin Baratama, dan Bank Mandiri. Mekanisme eksekusi gadai saham dapat dilakukan dengan cara di mana Bank Mandiri berhak segera melaksanakan kekuasaan, dan upaya-upaya hukum sebagai penerima gadai sesuai peraturan berlaku.

PGUN akan memastikan pelaksanaan eksekusi, apabila dilakukan, tetap memperhatikan stabilitas pengendalian perseroan, kelangsungan kegiatan operasional, dan pemenuhan ketentuan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia sesuai peraturan perundang-undangan berlaku. ”Kami meyakini pihak debitur mampu, dan dapat melaksanakan kewajiban sesuai perjanjian,” tegasnya.

Akhir pekan lalu, saham PGUN terpelest 0,84 persen atau 75 poin menjadi Rp8.825. Sejak awal tahun ini, saham PGUN melorot 11,31 persen setara 1.125 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp9.950. Kapitalisatie pasar Rp50,64 triliun, dan price earning rasio 420,97 kali alias valuasi saham PGUN premium. (*)