EmitenNews.com - PP Presisi (PPRE) mengumumkan sebuah transaksi bernilai jumbo. Adalah pinjaman dari BRI untuk anak usaha PP Presisi yakni PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

Melalui surat ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Keuangan dan HCM PP Presisi M. Arif Iswahyudi menerangkan, pinjaman yang dimaksud bernilai Rp1,3 triliun. Angka itu setara 65,7% dari ekuitas LMA sehingga merupakan transaksi material.

Atas dasar itu, LMA dan PP Presisi wajib melakukan keterbukaan informasi ke publik, OJK, serta pengungkapkan dalam laporan tahunan.

Masih soal transaksi itu, pinjaman dari BRI punya agunan berupa piutang usaha, piutang retensi, tagihan bruto, maupun tagihan yang akan timbul dengan nilai tambahan agunan LMA dengan total agunan pokok Rp1,45 triliun. Bersamaan dengan itu, LMA juga memberikan agunan tambahan yakni sebidang tanah senilai Rp10,51 miliar.

Arif menjelaskan, transaksi material tersebut diharapkan memberi kontribusi positif bagi LMA dalam membantu melaksanakan proyek-proyek yang sedang berjalan maupun yang akan didapatkan.

Adapun, kata Arif, transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak hukum maupun pengaruh negatif terhadap keberlanjutan usaha LMA dan/atau PP Presisi. (*)