VKTR Right Issue Jumbo, Rasio 7:4, Kembangkan Model Bisnis e-MaaS
:
0
Tampak seorang model mejeng di dekat truk berbasis listrik. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) menerbitkan right issue maksimal 25 miliar. Pengeluaran saham biasa tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp10 per helai. Penerbitan saham anyar tersebut mewakili maksimum 36,36 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah right issue.
Right issue ditawarkan dengan rasio 7:4. Di mana, setiap pemegang 7 saham biasa atas nama dengan nama tercantum dalam daftar pemegang saham pada 30 Juli 2026 pukul 16.15 WIB mendapat 4 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Di mana, 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru dengan nominal Rp10 per helai.
Saham baru ditawarkan seluruhnya dikeluarkan dari portepel dengan nominal Rp10 setiap saham. Pencatatan saham baru akan dilakukan pada 3 Agustus 2026. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD pada 7 Agustus 2026. So, kalau HMETD tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.
Seluruh dana hasil right issue setelah dikurangi seluruh biaya, sekitar 80 persen akan diberikan kepada anak usaha yaitu Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Di mana, SEI memerlukan modal kerja untuk pembelian kendaraan listrik dari perseroan yang diperkirakan akan dilakukan dalam kurun waktu 2026 hingga 2027.
Alasan dan pertimbangan SEI melakukan pembelian kendaraan listrik dari perseroan, merupakan langkah strategis guna mendukung usaha penyewaan kendaraan listrik dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. VKTR melalui SEI mengembangkan model bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) guna mendukung usaha penyewaan kendaraan listrik dalam memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan secara efisien.
Pengembangan program e-MaaS merupakan langkah strategis perseroan dalam menangkap peluang bisnis pada segmen pelanggan yang membutuhkan solusi kendaraan listrik tanpa belanja modal. Sisa dana right issue akan digunakan untuk modal kerja (working capital) perseroan dalam memenuhi kebutuhan operasional.
Antara lain, biaya administrasi umum, pembelian persediaan untuk penjualan bus listrik, truk listrik, transporter listrik, forklift listrik, dan biaya-biaya lain berhubungan dengan pembelian persediaan tersebut. Persediaan dengan kategori Completely Knocked Down (CKD) akan dibeli perseroan dari VKTR Sakti Industries (VSI).
Sedangkan persediaan dengan kategori Completely Built Up (CBU) akan dibeli perseroan dari pihak ketiga. Pembelian diperkirakan dilakukan periode tahun 2026 hingga 2028. Alasan, dan pertimbangan penggunaan dana modal kerja untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atas KBLBB ramah lingkungan, dan memiliki biaya operasional lebih rendah dibanding kendaraan berbasis mesin pembakaran internal. (*)
Related News
INCO Bagi Dividen 60 Persen Laba, Cair 26 Juni 2026
Cetak Kinerja Positif, Hartadinata (HRTA) Tebar Dividen Rp40 per Saham
IHSG Masih Downtrend, Support Berikutnya di 5.800
Emiten Ritel Lippo (MPPA) Buka Peluang Kerja Sama Koperasi Merah Putih
Kokoh Exa (KOCI) Tabur Dividen Minimalis, Cek Besaran dan Jadwalnya
Jelang RUPST, Morgan Stanley Borong Saham AMRT Rp206,18 Miliar!





