EmitenNews.com -PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp920,14 miliar pada semester 1 2023, atau turun 25,2 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat Rp1,23 triliun.

 

Dampaknya, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melorot ke level Rp87,45 per lembar, sedangkan di akhir Juni 2022 berada di level Rp116,67 per saham.

 

Jika dirunut, pendapatan bunga dan syariah bersih amblas 15,6 persen menjadi Rp3,455 triliun.

 

Pemicunya, beban bunga dan bagi hasil membengkak 42, 9 persen menjadi Rp3,461 triliun, walau pendapatan bunga dan Syariah tumbuh 6,1 persen menjadi Rp6,917 triliun.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan semester 1 2023 tanpa audit emiten bank milik pemda se provinsi Jawa Barat dan Banten itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (27/7/2023).

 

Sementara itu, total simpanan nasabah berkurang 1,6 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp120,33 triliun.

 

Pada sisi lain, jumlah kredit yang diberikan tumbuh 4,6 persen dibanding akhir Desember 2022 menjadi Rp113,23 triliun.

 

Akibatnya, aset menyusut 2,2 persen dibanding akhir tahun 2022 menjadi Rp117,69 triliun.