IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Waduh! Laba Kuartal I-2022 Wijaya Karya (WIKA) Ambrol 98,29 Persen Sisa Rp1,32 Miliar

09/07/2022, 08:30 WIB

Waduh! Laba Kuartal I-2022 Wijaya Karya (WIKA) Ambrol 98,29 Persen Sisa Rp1,32 Miliar

EmitenNews.com—PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,328 miliar dalam tiga bulan pertama tahun 2022, atau anjlok 98,29 persen dibandingkan periode sama tahun 2021, yang tercatat sebesar Rp78,163 miliar.

 

Akibatnya, laba per saham merosot ke level Rp0,15, sedangkan pada akhir Maret 2021 berada di level Rp8,71.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal I 2022 dengan audit emiten BUMN Karya itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (08/7/2022).

 

Jelasnya, pendapatan bersih turun 19,39 persen menjadi Rp3,163 triliun karena pendapatan infrastruktur dan gedung turun 40,76 persen yang tersisa menjadi Rp1,517 triliun.

 

Senada, pendapatan dari lini usaha energi dan industri plant  menyusut 4,5 persen menjadi Rp562,8 miliar.

 

Tapi pendapatan dari bisnis industri tumbuh 24,89 persen menjadi Rp878,57 miliar.

 

Senada, pendapatan dari lini usaha realty dan properti naik 164,2 persen menjadi Rp185.76 miliar.

 

Bahkan, perseroan telah membukukan pendapatan investasi senilai Rp18,733 miliar, sedangkan pos ini nihil pada kuartal I 2021.

 

Menariknya, perseroan dapat menekan beban pokok pendapatan sedalam 23,28 persen menjadi Rp2,804 triliun, sehingga laba kotor naik 33,58 persen menjadi Rp358,12 miliar.


Author: Rizki