Wall Street Jeblok, IHSG Cenderung Menguat
Seseorang berjalan di depan teras Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu rotasi investor dari saham sektor teknologi ke saham lebih dekat berhubungan dengan perbaikan ekonomi. Sebagian besar saham sektor teknologi mencatat pelemahan.
Tidak terkecuali saham tergabung dalam Magnificent Seven, dan telah melaporkan kinerja keuangan. Yaitu, Microsoft minus 2,87 persen, dan Meta Platform susut 2,08 persen. Emiten berbasis AI, Nvidia juga mengalami pelemahan cukup dalam yaitu anjlok 2,84 persen. Sementara itu, emiten produsen perangkat lunak kembali melanjutkan tren pelemahan awal tahun ini.
Yaitu, ServiceNow drop 6,97 persen, dan Salesforce terkoreksi 6,85 persen. Pelemahan indeks bursa Wall Street, dan aksi jual investor asing diprediksi menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Sementara itu, lonjakan harga komoditas mineral logam, dan minyak mentah berpeluang menjadi sentimen positif pasar.
Indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 4 Februari 2026, indeks akan menyusuri area support 7.920-7.715, dan resistance 8.325-8.530. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham HMSP, ICBP, INDF, AADI, EMAS, dan ASII sebagai bahan koleksi. (*)
Related News
IHSG Melemah ke 7.389, Sektor Energi Jadi Penekan Utama
Kolaborasi BSN dan KCI Hadirkan Co-Branding Kartu Multi Trip
DPR, OJK, dan BEI Sorot Tantangan Likuiditas Pasar Modal di Forum IRF
Saham Tambang Rontok, IHSG Sesi I (11/3) Melemah Tipis ke 7.437
Analis Sebut Sektor-Sektor Ini Booming Imbas Perang Timteng, Apa Saja?
Adaptif! KISI Siapkan 4 Keunggulan di Satu Aplikasi





