Wall Street Loyo, IHSG Cenderung Menguat
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup melemah tipis. Itu dipicu komentar terbaru Donald Trump. Presiden Amerika Serikat (AS) itu, menyinggung mengenai Federal Reserve (The Fed), dan geopolitik. Efeknya, ketiga indeks tertekan ke level terendah harian.
Ya, Trump menyatakan direktur dewan ekonomi nasional Kevin Hassett tidak akan dipilih sebagai gubernur the Fed. Menyusul pidato tersebut, muncul kandidat baru sebagai calon gubernur The Fed yaitu Kevin Warsh, mantan anggota dewan gubernur the Fed 2006-2011.
Investor menilai Hassett lebih bersahabat dengan pasar. Di mana, Wall Street mengharapkan dia untuk memangkas suku bunga acuan dibanding Warsh. Sementara itu, tensi kembali meningkat setelah Trump mengancam mengenakan tarif bagi negara Eropa yang menentangnya untuk mengambil alih Greenland.
Koreksi indeks bursa Wall Street, dan harga komoditas mineral logam turun diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Aksi beli investor asing berlanjut berpeluang menjadi sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat.
Sepanjan perdagangan hari ini, Senin, 19 Januari 2026, indeks akan menjelajahi kisaran support 9.025-8.975, dan resistance 9.125-9.175. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham ISAT, BBTN, BBYB, BMRI, BBRI, dan BRIS. (*)
Related News
KKP Perjuangkan Tarif Nol Persen Ekspor Tuna-Cakalang ke Jepang
Makin Perkasa, IHSG Menuju 9.200
IHSG Rawan Koreksi, Bungkus Saham CTRA, RAJA, dan KLBF
Program Buyback Bakal Usai, Akankah Saham BBCA Comeback?
16 Saham jadi Anggota Baru Efek Papan Pemantauan Khusus, Ini Datanya!
Gerak-gerik AMMN hingga Pimpin Klasemen Sementara Top Leaders IHSG





