EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali melanjutkan penguatan seiring tensi geopolitik makin reda. Itu menyusul sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih Greenland. Selain itu, Trump juga membatalkan pengenaan tarif impor untuk delapan negara anggota NATO berlaku pada 1 Februari 2026. 

Langkah tersebut diambil setelah AS mencapai kerangka kesepakatan mengenai Greenland. Meski demikian, penyelesaian ketegangan Geopolitk antara AS, dan Denmark masih jauh dari kata selesai. Saat bersamaan, Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen anglat suara.

Ia menilai pembicaran Trump soal keamanan Arktik dengan sekjen NATO, Rutte sebagai sesuatu yang baik, dan wajar. Ia mengatakan Denmark siap untuk mengadakan pembicaraan dengan AS mengenai rencana pertahanan rudal Golden Dome. Namun, Ia menekankan kedaulatan negara tidak bisa dinegoisasikan.  

Penguatan bursa Wall Street, dan harga beberapa komoditas seperti crude palm oil (CPO), timah, emas, batu bara, dan gas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, antisipasi investor terhadap hasil konsultasi indekks MSCI, dan berlanjutnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 23 Januari 2026, indeks akan menjelajahi kisaran support 8.920-8.850, dan resistance 9.065-9.135. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan ?ADRO, TLKM, EXCL, TINS, AMMN, dan INDY sebagai bahan koleksi. (*)