Wall Street Rebound, IHSG Terus Melemah
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG edisi 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi mayoritas menguat. Itu seiring upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertahankan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Maklum, Iran tengah beradu mekanik dengan Israel.
Saham produsen chip akhir pekan lalu mengalami tekanan jual cukup besar, kemarin berhasil mencatat penguatan. Micron Technology surplus 9,87 persen, Nvidia naik 1,73 persen, dan Broadcom menguat 2,82 persen. Sementara itu, soal konflik Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Iran menyatakan mengakhiri aksi militer terhadap Israel.
Namun, demikian mengancam akan kembali melakukan serangan militer kalau Israel terus menyerang Libanon. Penguatan mayoritas indeks Wall Street, harga beberapa komoditas, dan pembatalan rencana kebijakan gross split untuk non migas diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, depresiasi rupiah berlanjut, dan aksi jual masif investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.225-5.110, dan resistance 5.460-5.575.
Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham Merdeka Battery (MBMA), J Resources (PSAB), Alamtri Minerals (ADMR), Unilever Indonesia (UNVR), Amman Mineral (AMMN), dan XLSmart Telecom (EXCL). (*)
Related News
Impor Baja Tiongkok Ancam Industri, KADI Gelar Penyelidikan
Sempat Melemah, IHSG Pagi (16/9) Meluncur Naik 0,36% ke 6.484
Pasar Tunggu The Fed, IHSG Susuri Zona Merah
S&P Global Ingatkan ini, IHSG Lanjut Tertekan
Smelter Bakal Diwajibkan Gaet Pengusaha Daerah dan UMKM
Tokoh Pasar Modal Kawakan, Ini Profil 3 Juri EmitenNews Awards 2026





