Waskita Beton Precast (WSBP) Suplai Produk Untuk Proyek Konstruksi Layang PUPR
EmitenNews.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menyelesaikan suplai produk Sistem Perkerasan Rigid Waskita Precast (SPRigWP) untuk proyek pembangunan sarana dan prasarana pelatihan konstruksi layang oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Produk ini merupakan produk unggulan yang dimiliki oleh perusahaan hasil inovasi terbaru untuk konstruksi jalan," kata Direktur Bisnis dan Pengembangan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) Sugiharto dalam keterangan di Jakarta hari ini, Kamis (10/2).
WSBP menyuplai 33 pcs SPRigWP pada proyek yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat, yang terdiri dari enam buah SPRigWP tipe standar/lurus, dengan luas area yang disuplai sebesar 129.60 meter persegi dan 27 buah SPRigWP tipe custom/lengkung, dengan luas area yang disuplai sebesar 801.03 meter persegi.
Sugiharto mengatakan SPRigWP melengkung ini merupakan produk SPRigWP tipe custom/lengkung pertama di Indonesia yang diproduksi oleh anak usaha PT Waskita Karya Tbk itu.
"Produk ini kami produksi di Plant Sadang, Jawa Barat," tambahnya. Ada pun saat ini progres penyuplaian proyek tersebut telah selesai.
SPRigWP memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan sistem perkerasan jalan konvensional, antara lain dapat digunakan untuk konstruksi jalan baru dan peningkatan jalan, dapat mengendalikan beban berlebih dan kerusakan jalan, memiliki daya tahan yang lebih lama, hingga pemasangan lebih mudah, cepat, dan tepat.
Produk itu juga membuat jalan dapat segera difungsikan meski sambungan belum di-grouting. Selain itu, produk tersebut dapat meminimalisir penutupan jalan dan memiliki biaya perawatan yang mudah.
SPRigWP pertama kali digunakan pada tahun 2016 dan diaplikasikan pada jalan akses menuju Plant Bojonegara, dengan panjang jalan 49 m dan lebar 5 m.
Selanjutnya, produk itu diaplikasikan di Plant Klaten dengan panjang 36 m dan lebar 9 m pada tahun 2017.
Related News
Baru Saja Suspensi Dicabut, TAMA Kembali Senggol ARA
Lepas Dari Pengawasan BEI, EURO Langsung Ngegas
Broker Boy Thohir (TRIM) Tawarkan Obligasi Rp250 Miliar, Ini Tujuannya
Ekspansi Kredit, BANK Jajakan Sukuk Wakalah Rp500 Miliar
Longsor 441 Persen, Sudahi 2025 UCID Boncos Rp1,19 Triliun
Dua Bos Borong Rp15,14 Miliar, Saham ASII Auto Rebound?





