Waskita (WSKT) Cari Dana Tambahan Rp3,98 T dan Jual 5 Jalan Tol hingga 2025
:
0
jajaran direksi Waskita antara lain Direktur Operasi I dan QSHE, I Ketut Pasek Senjaya Putra, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Wiwi Suprihatno, Direktur Pengembangan Bisnis, Septiawan Purwanto, dan Direktur Operasi III, Warjo.
EmitenNews.com—PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) terus fokus dalam memperbaiki kinerja keuangan di kuartal IV, dengan rencana penambahan PMN (Penyertaan Modal Negara) dan pelaksanaan right issue 2022. Demikian pernyataan Direktur Utama Perseroan Destiawan Soewardjono dalam Public Expose 2022 yang digelar secara daring pada Senin 14 November 2022.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Wiwi Suprihatno menjelaskan bahwa perseroan fokus dalam perbaikan kinerja keuangan yaitu memperoleh PMN dan right issue yang akan dilaksanakan pada kuartal IV tahun 2022. Dalam aksi korporasi ini Perseroan menargetkan perolehan dari Pemerintah dan publik sebesar Rp3,98 triliun.
“Realisasi penggunaan tambahan modal ini akan dialokasikan pada proyek infrastruktur jalan tol yaitu ruas tol Kayu Agung-Palembang-betung (KAPB) dan Ciawi-Sukabumi (Bocimi), serta proyek-proyek strategis nasional lainnya,” ujar Wiwi.
Direktur of Bussiness Development PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), Septiawan Andri Purwanto mengatakan, setidaknya ada 5 ruas tol yang akan dilakukan strategic Partnership atau divestasi ruas tol sepanjang tahun 2023 hingga 2025 .
"Tahun 2023-2025, kami masih merencanakan untuk melanjutkan proses divestasi jalan tol terhadap 5 ruas jalan tol yang masih kamu miliki," kata Septiawan Andri dalam konferensi pers Public Expose WSKT, Senin (14/11/2022).
Lebih lanjut Septiawan menjelaskan, 5 ruas tol yang akan dilakukan strategic partnership diantaranya adalah Pemalang - Batang ( PBTR ), Depok - Antasari (CW), Pasuruan - Probolinggo ( TPJT ), dan Ruas Bekasi - Cawang - Kampung Melayu ( KKDM ).
"Yang masih dalam proses kajian kami, yaitu Krian - Legundi - Bunder - Manyar, atau ruas tol di Cisumdawu," sambungnya.
Sedangkan untuk ruas tol Pejagan - Pemalang yang saat ini sudah beroperasi penuh dengan nilai investasi Rp7,55 tirliun akan dilakukan divestasi atau melepas kepemilikan sahamnya hingga tahun 2025.
Sedangkan 4 ruas tol lainnya hingga tahun 2025 akan dilakukan strategic partnership untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol tersebut melalui dukungan dari pemerintah.
"Kita akan melihat seberapa jauh LHR (rata-rata lalu lintas harian kendaraan per hari), ruas-ruas tersebut, apakah sesuai dengan perencanaan diawal," kata Septiawan.
Related News
Induk Frisian Flag Caplok Ultrajaya (ULTJ), Saham Langsung Melesat!
Saham Big Cap Runtuh di Sesi I (18/9), Ternyata Asing Net Sell Rp1,14T
Emiten Keluarga Nursalim SCNP Siap Guyur Pasar 192,33 Juta Saham
Sinyal RKAB Rampung, Saham BYAN Meroket ARA 19,96 Persen di Sesi I
Ditetapkan UMA, Saham Ini Masih Melenggang Naik!
Sekar Bumi (SKBM) Ungkap Kronologi Kebakaran, Begini Ceritanya





