EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memeloti gerak-gerik saham PT Bank IBK Indonesia (AGRS), PT Ifishdeco (IFSH), dan Waran Seri I Lancartama Sejati (TAMA-W). Pasalnya, telah terjadi peningkatan di luar nalar dan kebiasaan pasar atau Unusual Market Activity (UMA). ”Peningkatan aktivitas efek tidak serta merta menunjukkan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan bidang pasar modal,” tutur Lidia M Panjaitan, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Selasa (2/3).
Pergerakan saham AGRS pada penutupan perdagangan Selasa (16/2), masih di kisaran Rp206 per saham. Namun, pada penutupan Senin (1/3), harga saham AGRS menanjak 116,50 persen menjadi Rp446 per saham. Lalu, saham IFSH di kisaran Rp505 per saham, pada penutupan Senin (1/3) menanjak 68,31 persen menjadi Rp850 per saham. ”Karena itu, kami mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," imbuh Lidia.
Selanjutnya, Bursa mengimbau para investor memperhatikan jawaban AGRS, IFSH, dan TAMA-W atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, investor disarankan mencermati kinerja perusahaan pada setiap keterbukaan informasi. Mengkaji kembali corporate action perusahaan apabila belum mendapat persetujuan pemegang saham. "BEI menyarankan investor mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul dikemudian hari sebelum melakukan investasi,” pungkasnya. (Rizki)
Related News
OJK Hukum Dua Manajer Investasi Berikut Pelaku, Cek Deretan Sanksinya!
Kasus Manipulasi Saham, Ini Pertimbangan OJK Belum Masuk Jalur Pidana
Perusahaan Tercatat Berpeluang Dapat Insentif Pajak 3%, Ini Kata BEI
Sebanyak 124 Saham Dikecualikan dari IHSG, Termasuk Saham HSC!
Gejolak Pasar Tekan Aksi Korporasi: 23 IPO Mundur & Sepinya Obligasi
Pasar Gonjang-Ganjing, BEI Kosongkan Daftar Short Selling di November





