EmitenNews.comIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Sesi II Selasa, 11 Agustus 2026. Tekanan jual muncul setelah IHSG gagal menembus resistance 6.450.

Berdasarkan data Stockbit pukul 13.50 WIB, IHSG berlanjut menelusuri level bawah 6.272,26 atau turun 93,12 poin setara 1,46 persen.

Technical Update BRI Danareksa Sekuritas dalam catatan risetnya Selasa siang ini (11/8) menyebut IHSG mengalami rejection di area resistance 6.450. Hal ini mengindikasikan adanya tekanan profit taking. 

Secara teknikal, IHSG berpotensi melakukan pullback menuju area 6.244 yang merupakan posisi MA20. Support selanjutnya berada di level 6.192. Selama IHSG masih mampu bertahan di atas zona 6.192–6.244, tren bullish jangka pendek masih relatif terjaga.

Dari sisi sentimen, BRI Danareksa menyoroti tiga faktor. Pertama, ketegangan geopolitik AS–Iran kembali meningkat setelah Donald Trump mengajukan tuntutan kompensasi kepada Iran. Kondisi ini berpotensi memperumit pembukaan Selat Hormuz dan menjaga volatilitas harga minyak. 

Kedua, investor cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing. 

Ketiga, wacana Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI menjadi sentimen penahan tekanan karena memberikan kepastian arah kebijakan moneter.

Senada, MNC Sekuritas dalam risetnya juga turut menyoroti koreksi IHSG siang ini (11/8) yang sejalan dengan pelemahan bursa Asia dan global.

MNC Sekuritas mencatat negosiasi damai AS-Iran masih menemui jalan buntu, memicu kekhawatiran disrupsi pasokan energi global.

Buntutnya, sentimen harga minyak mentah WTI dan Brent naik ke rentang USD82 – USD88 per barel, sementara harga emas melandai ke USD4.362 per oz dan Rupiah melemah ke Rp17.883 per USD.