EmitenNews.com - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menyiapkan rencana divestasi sejumlah aset dengan nilai lebih dari Rp1 triliun sebagai bagian dari upaya memperkuat likuiditas dan struktur keuangan perseroan.

Langkah optimalisasi portofolio aset tersebut dilakukan di tengah upaya WEGE menghadapi tekanan pendapatan dalam beberapa periode terakhir sekaligus memperkuat fokus pada bisnis inti konstruksi.

Purba Yudha Tama, Corporate Secretary WEGE, menjelaskan, sejumlah aset yang masuk dalam rencana divestasi antara lain Fave Hotel Karawang, Menara MTH lantai 10 dan 15, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta sejumlah lahan perseroan yang berlokasi di Lombok, Samarinda, dan beberapa wilayah lainnya.

Manajemen WEGE menyebut optimalisasi aset tersebut ditujukan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan portofolio sekaligus memperkuat struktur usaha perseroan.

Di sisi lain, upaya memperkuat bisnis inti mulai terlihat dari peningkatan perolehan kontrak baru hingga Agustus 2026.

Melalui keterangan resmi, Rabu (26/8/2026), Purba mengungkapkan, perseroan mencatat kontrak baru sebesar Rp775 miliar hingga Agustus 2026, melonjak 568% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp116 miliar.

"Mayoritas kontrak baru tersebut berasal dari pemerintah dengan kontribusi sebesar 83%, sedangkan BUMN menyumbang 17%," ujarnya.

Berdasarkan tipologi proyek, fasilitas publik menjadi kontributor terbesar dengan porsi 63%, sementara 37% lainnya berasal dari pengembangan residensial.

Sejumlah proyek yang diperoleh WEGE antara lain Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang, Hunian ASN Aceh, proyek pasca darurat Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BRT Sumut (Mebidang), Sekolah Garuda Kaltara, Office Keet SR Aceh, RSUD Rupit, Modular Internal Huntara Aceh, RDBI Sumut, Huntara Tegal, Hunian Puskesmas Lokop Aceh, Huntara Tamiang 4 Danantara, Pembangunan Poliklinik Temanggung, serta rumah sakit di Kalimantan Selatan.

Sementara itu, dari sisi keuangan, WEGE mencatat rasio debt to equity (DER) sebesar 0,98 kali per Juni 2026. Sementara rasio utang berbunga berada di level 0,07 kali.