EmitenNews.com - Hingga pertengahan tahun ini, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) meraih penjualan neto Rp3,23 triliun. Ada kenaikan dari Rp2,87 triliun di periode sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan keuangan emiten produsen rokok itu, Rabu (29/7/2026) menyebutkan, beban pokok penjualan naik menjadi Rp2,46 triliun dari Rp2,26 triliun dan laba bruto menjadi Rp771,74 miliar naik dari laba bruto Rp612,97 miliar.

Kemudian, beban usaha turun menjadi Rp383,24 miliar dari Rp413,37 miliar dan laba usaha meningkat jadi Rp388,50 miliar dibanding laba usaha Rp199,59 miliar tahun sebelumnya.

Untuk laba sebelum beban pajak naik menjadi Rp389,58 miliar dari laba sebelum beban pajak Rp196,55 miliar. Laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp303,31 miliar naik dari Rp148,27 miliar tahun sebelumnya.

Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp1,10 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Rp990,31 miliar hingga per 31 Desember 2025. Total aset mencapai Rp3,39 trilun hingga 30 Juni 2026 naik dari Rp3,20 triliun hingga 31 Desember 2025. 

Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) Alihkan 14,9 Juta Saham Treasuri

Sebelumnya PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) menyampaikan hasil pengalihan, atau penjualan saham hasil pembelian kembali (treasury) untuk periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026. Pada periode tersebut WIIM telah mengalihkan sebanyak 11.130.400 lembar saham treasuri di harga rata-rata Rp1.500,22 per saham senilai Rp16,6 miliar.

Direktur WIIM, Lucas Firma Djajanto mengungkapkan hal tersebut dalam keterangan tertulisnya, 3 Juli 2026.

Perseroan menuturkan bahwa pada periode tersebut WIIM telah mengalihkan sebanyak 11.130.400 lembar saham treasuri di harga rata-rata Rp1.500,22 per saham senilai Rp16,6 miliar.

Dengan demikian, jumlah saham hasil pembelian kembali yang telah dialihkan kembali oleh Perseroan adalah sebanyak 14.930.000 lembar saham senilai Rp29,6 miliar dan jumlah saham hasil buyback yang belum dialihkan sebanyak 12.970.000 lembar. ***