EmitenNews.com - Kala kecerdasan buatan (AI), cloud computing, dan keamanan siber berkembang pesat, Indonesia masih menghadapi problem klasik. Perusahaan kesulitan mencari talenta digital siap kerja. Padahal, jutaan anak muda telah mengikuti berbagai pelatihan, tetapi belum berhasil masuk dunia industri.

Kondisi itu, membuat XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) melalui peluncuran Future Ready, sebuah program pengembangan talenta digital tidak hanya mengajarkan keterampilan teknologi, tetapi juga membuka jalan menuju kesempatan magang hingga pekerjaan nyata. Program itu, diluncurkan bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada Jumat, 3 Juli 2026.

Program itu, dirancang sebagai ekosistem pengembangan talenta digital dari hulu hingga hilir. Peserta akan mendapat pembelajaran digital, sertifikasi, mentoring dari praktisi, pengalaman industri, hingga akses ke peluang rekrutmen. Langkah itu, dinilai relevan dengan kondisi Indonesia tengah menikmati bonus demografi.

Sekitar 68 persen penduduk berada di usia produktif, namun banyak perusahaan masih kesulitan mendapatkan SDM dengan kemampuan digital sesuai kebutuhan industri. Berbagai studi bahkan menunjukkan sekitar 90 persen pekerjaan masa depan akan membutuhkan keterampilan digital dasar.

Sementara permintaan terhadap keahlian bidang Artificial Intelligence (AI), data analytics, cloud computing, cybersecurity, hingga teknologi jaringan terus meningkat. Menteri Ketenagakerjaan Prof. Yassierli, menilai pengembangan talenta digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan dunia usaha.

"Kami mengapresiasi komitmen XLSMART yang menghadirkan Future Ready sebagai program pengembangan talenta digital yang tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap dunia kerja melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri," ujar Yassierli.

Ia menambahkan pendekatan yang menghubungkan peningkatan kompetensi dengan kebutuhan industri menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional. "Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan lebih banyak talenta digital Indonesia yang adaptif, kompetitif, dan siap berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," bebernya.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, mengatakan, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan program pelatihan. Persoalan utama justru bagaimana menghubungkan proses belajar dengan kesempatan kerja. "Itulah alasan kami menghadirkan Future Ready sebagai program CSR flagship terbaru XLSMART menjembatani perjalanan peserta dari learning to earning," katanya.

Rajeev menjelaskan, Future Ready tidak berhenti pada pemberian sertifikat, tetapi dirancang sebagai jalur pengembangan karier berkelanjutan. "Kami menargetkan sedikitnya 1.000 talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan magang maupun pekerjaan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri," katanya.

Program itu, menargetkan mampu menjangkau 1 juta talenta muda Indonesia melalui aplikasi Sisternet dan situs Future Ready, menerbitkan 10 ribu sertifikat pelatihan, membuka sedikitnya 1.000 peluang magang, dan pekerjaan melalui jaringan mitra industri. Untuk memperkuat ekosistem itu, XLSMART telah menggandeng sejumlah mitra strategis.