2021 Rugi USD227 Juta, Akuntan Publik Ragu Kelangsungan Usaha Buana Lintas Lautan (BULL)
Akibatnya, perseroan menderita rugi sebelum pajak senilai USD230,89 juta. Karena rugi bersih itu, perseroan harus mencatatkan defisit membengkak 344 persen menjadi USD271,41 juta. Dampaknya, aset terpapas 27 persen dan tersisa USD601,94 juta.
Patut diperhatikan, Akuntan Publik pemeriksa laporan keuangan tersebut memberikan opini Wajar Dengan Pengecualian, Karena dalam pendapatnya, Akuntan Publik belum memperoleh bukti yang cukup dan tepat atas perjanjian kontrak senilai USD10,277 juta.
Akuntan Publik juga tidak yakin akan kepatuhan manajemen BULL terhadap convenant perjanjian pinjaman jangka panjang senilai USD260,41 juta dan pinjaman jangka pendek senilai USD217 juta.
“Kami tidak dapat memperoleh rekonsiliasi perbedaan sebesar USD2,697 juta antara jawaban konfirmasi dengan jumlah tercatat,” tulis Bambang Subagyo, Akuntan Publik dari Kantor Akunan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan.
Bahkan, Akuntan Publik dari KAP berafiliasi dengan BDO itu meragukan kelangsungan usaha BULL karena rugi mencapai USD230,9 juta dan kewajiban jangka pendek senilai USD139,82 juta.
Related News
Susut 17 Persen, BYAN Sepanjang 2025 Raup Laba USD784,05 Juta
BBNI Buyback Rp905,48 Miliar, Tunggu Izin Investor
Drop 45 Persen, Laba GEMS Tersisa USD258,23 Juta
SURGE Gandeng FiberHome Hadirkan Solusi 5G FWA 1,4GHz Pertama di Dunia
MTEL-Anak Usaha Airbus Lanjutkan Kolaborasi Konektivitas Stratospace
Emiten Keluarga Kalla BUKK Masuk Bisnis Pengolahan dan Pengadaan Gas





