Abaikan Wall Street, IHSG Orbit Zona Hijau
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup melemah. Itu seiring laporan kinerja keuangan emiten kuartal kedua tahun ini bervariasi. Selain itu, masih tidak ada kepastian perundingan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
UPS dan Whirlpool melaporan laba bersih kuartal II-2025 lebih rendah dari konsensus. Efeknya, membuat harga saham UPS terkoreksi 10,57 persen, dan Whirlpool drop 13,43 persen. Sementara saham Boeing susut 4,37 persen, dan Procter & Gamble juga turun 0,32 persen.
Meski kedua perseroan melaporkan laba bersih lebih baik dari perkiraan. Di sisi lain perkembangan perundingan dagang antara AS dan China sedikit menimbulkan ketidakpastian. Itu setelah negoisator dari China mengakhiri perundingan pada Selasa, dan potensi perpanjangan penundaan penerapan tarif impor masih belum pasti.
Koreksi indeks bursa Wall Street, tekanan jual investor asing merebak, dan posisi indeks sudah jenuh beli diprediksi menjadi katalis negatif pasar. Sementara itu, lonjakan harga mayoritas komoditas, dan rilis laporan keuangan emiten kuartal II-2025 berpeluang menjadi katalis positif indeks harga saham gabungan (IHSG).
So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Rabu, 30 Juli 2025, indeks akan bergerak di kisaran support 7.565-7.510, dan resistance 7.670-7.725. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham berikut.
Yaitu, Japfa Comfeed (JPFA), Mayora Indah (MYOR), Cisarua Mountain Dairy alias Cimory (CMRY), Medco Energi Internasional (MEDC), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), dan Rukun Raharja (RAJA). (*)
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





