EmitenNews.com - Pola investasi masyarakat Indonesia mulai bergeser dari menabung ke strategi multi-aset. Riset internal platform investasi Ajaib mencatat hampir separuh penggunanya kini memegang lebih dari satu kelas aset.

Temuan tersebut mengemuka dalam forum Ajaib Connect 2026 yang digelar pada 28 Oktober 2026. Forum tersebut mempertemukan tim bisnis dan Product Manager Ajaib dari lini kripto, saham Indonesia, saham Amerika, hingga savings dengan para investornya.

Direktur Utama Ajaib Sekuritas, Juliana, mengatakan diversifikasi kini dijalani secara sadar sebagai strategi, bukan lagi sekadar menambah produk.

"Lewat Ajaib Connect, kami melihat langsung bahwa diversifikasi kini menjadi strategi yang dijalani investor Indonesia dalam menata portofolionya, terutama ketika pasar bergerak dinamis. Bagi mereka, diversifikasi bukan sekadar menambah produk, tetapi memberi peran yang jelas bagi setiap kelas aset," ujar Juliana dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026).

Ia menambahkan, Ajaib hadir sebagai satu ekosistem untuk menjawab kebutuhan tersebut.

"Karena itu, Ajaib hadir sebagai satu ekosistem lengkap, mulai dari savings, saham Indonesia, saham Amerika, reksa dana, obligasi negara, hingga kripto, supaya investor bisa memulai dan mengembangkan seluruh perjalanan investasinya di satu tempat yang sama," katanya.

Empat Temuan Utama Ajaib Connect 2026

Berdasarkan diskusi dan riset internal Ajaib, terdapat empat pola diversifikasi yang menonjol di kalangan investor Indonesia.

Pertama, diversifikasi dipimpin investor berpengalaman. Meski lebih dari separuh pengguna Ajaib berusia 19-30 tahun, pola diversifikasi paling kuat justru terlihat pada kelompok usia 37-50 tahun. Pengalaman dan kemapanan finansial menjadi penjelas yang lebih kuat dibanding usia.

Kedua, investor baru lebih cepat diversifikasi. Di antara investor yang baru berinvestasi kurang dari satu tahun, lebih dari seperempat sudah memegang lebih dari satu kelas aset. Kemudahan tampilan dan alur aplikasi dinilai menjadi faktor pendorong.