Aksi Premanisme di BYD Subang, Hanya Salah Satu Gangguan Ormas
:
0
Ilustrasi proses pembangunan pabrik mobil listrik asal China PT Build Your Dream (BYD) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hanya salah satu dari banyaknya gangguan aksi premanisme diIndonesia. Dok.Tribunnews.
EmitenNews.com - Aksi premanisme dalam proses pembangunan pabrik mobil listrik asal China PT Build Your Dream (BYD) di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hanya salah satu dari banyaknya gangguan aksi premanisme oleh organisasi kemasyarakatan di Tanah Air. BYD belum beroperasi secara aktif sebagai pabrik manufaktur kendaraan, namun proses pembangunannya sudah diganggu oleh aksi premanisme oleh ormas.
"BYD kan salah satu di antara sekian banyak contoh yang memang saat ini terganggu oleh kegiatan-kegiatan ormas," kata Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025).
BYD sedang dalam tahap pembangunan. Jadi, secara operasional belum berfungsi, tetapi lalu lintas dari kendaraan untuk mengangkut material, alat-alat untuk dibangun, dan lain-lain, menurut Eddy Soeparno juga mendapatkan gangguan.
Aksi premanisme marak terjadi ketika jelang Hari Raya Idul Fitri 2025, yang menagih paksa tunjangan hari raya (THR).
"Kita lihat yang rame di media sosial menjelang Idul Fitri kemarin banyak ormas yang kemudian meminta THR, memaksa, bahkan melakukan pengerusakan, gangguan dan lain-lain," ujarnya.
Untuk itu, pemerintah perlu menindak tegas aksi premanisme yang dilakukan oleh ormas-ormas karena dapat menghalangi iklim investasi di Tanah Air.
Eddy mengungkapkan bahwa kabar adanya gangguan dari ormas berbentuk premanisme pada pabrik perusahaan mobil listrik asal China itu disampaikannya saat memenuhi undangan Pemerintah China dalam rangkaian kunjungan di Shenzhen, China.
"Kunjungan saya ke China seminggu yang lalu, di mana saya juga di antaranya mengunjungi pabrik produsen mobil BYD dan di sana saya sampaikan bahwa investasi itu di Indonesia harus diproteksi, terutama dari aspek keamanannya apalagi kalau itu menyangkut aksi-aksi premanisme," ucap dia.
Kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh Eddy ke publik melalui unggahan video di Instagram pribadinya pada Minggu (20/4/2025).
“Pemerintah perlu tegas menangani permasalahan ini. Jangan sampai investor datang ke Indonesia dan merasa tidak mendapatkan jaminan keamanan, hal yang paling mendasar bagi investasi untuk masuk ke Indonesia,” kata Eddy Soeparno.
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





