EmitenNews.com -  UBS AG, London, tercatat kembali memangkas porsi kepemilikan sahamnya di emiten benih PT Bisi International Tbk. (BISI) milik Charoen Pokphand Group itu melalui dua tahap transaksi terlaporkan pada Januari 2026.

BISI dalam keterbukaan informasi Rabu (14/1) menyampaikan bahwa UBS melakukan aksi crossing saham 25.000.000 lembar saham pada 9 Januari 2026. Namun, harga transaksi tidak dicantumkan dalam laporan resmi.

Kemudian, UBS ditemukan kembali menjual 25.000.000 lembar saham pada Selasa, 13 Januari 2026 dalam data transaksi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). 

Apabila mengacu pada harga penutupan saham BISI pada Jumat, 9 Januari 2026 ditutup di Rp890 per saham, kalkulasi transaksi pertama 25 juta saham tersebut setara nilai transaksi sekitar Rp22,25 miliar.

Lalu, pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026 saham BISI ditutup di Rp885 per saham, kalkulasi transaksi 25 juta saham selanjutnya setara nilai transaksi sekitar Rp22,13 miliar

Dengan demikian, total nilai indikatif dua transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp44,38 miliar.

Menariknya, meski laporan transaksi hanya mencantumkan penjualan 50 juta saham, penurunan porsi kepemilikan UBS menunjukkan angka yang jauh lebih besar daripada itu.

Pascatransaksi Selasa (13/1), kepemilikan UBS AG, London di BISI menyusut menjadi 158,9 juta lembar saham atau 5,3%, dibandingkan sebelumnya 246,1 juta lembar saham atau 8,2%.

Artinya, secara kumulatif UBS tercatat telah melepas sekitar 87,2 juta saham BISI, jauh melampaui sekitar 37,2 juta jumlah saham yang dirinci dalam dua transaksi tersebut.

“Tujuan transaksi adalah client transferred their shares outside of UBS omnibus accounts dengan kepemilikan saham langsung,” tulis manajemen BISI dalam keterangan terkait transaksi crossing di pasar negosiasi pada Jumat (9/1).

Aksi ini menandai penurunan signifikan eksposur UBS terhadap saham BISI, sekaligus menjadi sinyal distribusi besar oleh investor institusi global di tengah pergerakan pasar di awal tahun 2026. (*)