EmitenNews.com - Sekilas, pergerakan bisnis PT Avia Avian Tbk (AVIA) terlihat defensif di tengah kelesuan sektor properti dan tekanan inflasi bahan baku. Namun, jika dibedah dari peta permodalan hingga paparan earnings call Semester I-2026, emiten pelapis ini justru sedang menyiapkan manuver ekspansi agresif yang ditopang oleh struktur kepemilikan saham yang amat pekat (tight control) serta ekosistem konsumen yang sulit ditembus kompetitor.

Dua Gelombang Price Hikes: Bukti Pricing Power di Tengah Inflasi

Sepanjang Semester I-2026, AVIA membukukan Penjualan Neto konsolidasi sebesar Rp4,59 triliun, tumbuh 18,2% secara tahunan (YoY). Capaian ini diraih di tengah tekanan beban operasional akibat pelemahan nilai tukar Rupiah dan fluktuasi harga bahan baku petrokimia.

Mitigasi yang dilakukan manajemen mengonfirmasi daya tawar produk (pricing power) yang kuat melalui eksekusi kenaikan harga jual rata-rata (ASP) dalam dua gelombang:

  • Gelombang I (April 2026): Penyesuaian harga sebesar 7%–10%.
  • Gelombang II (Mei 2026): Penyesuaian tambahan sebesar 5%–8% untuk kategori cat tembok, kayu, metal, dan waterproofing.

Pasar terbukti mampu menyerap penyesuaian harga ini tanpa memicu penurunan volume penjualan yang drastis, sehingga Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) terkonsolidasi berhasil dipertahankan pada level solid 45,4% pada akhir Juni 2026.

Baca Juga: Dibuang 3, Sisa 1 Anak Emas Prajogo di MSCI Global Standard Index

Ambisi Akuisisi AkzoNobel: Mendongkrak Market Share Menuju 34%

Katalis terbesar yang menjadi sorotan utama pelaku pasar adalah konfirmasi keterlibatan AVIA dalam proses penawaran akuisisi 100% lini bisnis AkzoNobel (AXO) di Indonesia, dengan batas akhir penawaran (bidding deadline) pada 4 September 2026.

Wakil Direktur Utama AVIA, Ruslan Tanoko, secara terbuka dalam sesi Earnings Call pada Live Streaming YouTube Stockbit Rabu (19/08), mengonfirmasi partisipasi perseroan dan menegaskan bahwa kekuatan jaringan distribusi AVIA akan menciptakan sinergi yang sulit ditandingi pesaing manapun.

“Ya, memang ada banyak rumor mengenai aset AXO... Sinergi antara Avian Brands dan AXO di Indonesia jelas tidak tertandingi oleh kompetitor mana pun mengingat kekuatan jaringan distribusi dan jumlah pelanggan yang kami miliki... Kami tahu sinergi yang akan kami ciptakan dari penggabungan kedua entitas ini akan sangat signifikan.”