EmitenNews.com - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengawali kinerja kuartalan pertama 2026 dengan akselerasi kinerja yang agresif, terutama dari sisi profitabilitas.

Berdasarkan laporan keuangan per Selasa (28/4/2026), pendapatan ANTM tercatat Rp29,32 triliun hingga 31 Maret 2026, naik 12,12 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp26,15 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring itu, beban pokok penjualan meningkat 5,33 persen yoy menjadi Rp23,7 triliun dari Rp22,5 triliun.

Kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibanding beban mendorong laba kotor melonjak signifikan 54,54 persen yoy menjadi Rp5,61 triliun dari Rp3,63 triliun. Di sisi operasional, beban usaha naik 17,45 persen yoy menjadi Rp1,11 triliun, namun tidak menggerus pertumbuhan, dengan laba usaha justru melesat 67,29 persen yoy menjadi Rp4,50 triliun dari Rp2,69 triliun.

Kinerja bottom line menjadi sorotan utama. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp3,40 triliun, melonjak 59,62 persen yoy dibandingkan Rp2,13 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba sebelum pajak juga tumbuh 63,14 persen yoy menjadi Rp4,78 triliun dari Rp2,93 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 20,48 persen menjadi Rp63,29 triliun hingga 31 Maret 2026 dari Rp52,53 triliun pada akhir 2025. Liabilitas naik 43,63 persen menjadi Rp22,88 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 10,38 persen menjadi Rp40,4 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan Kuartal I-2026 ini, pada perdagangan Selasa (28/4) saham ANTM tercatat stagnan di level/posisi Rp1.280.