ARA Serempak, Bursa Pasung 7 Saham Ini!
Ilustrasi suspensi yang diakibatkan oleh kenaikan harga secara agresif.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjatuhkan sanksi penghentian sementara (suspensi) terhadap tujuh saham yang kompak mencetak Auto-Rejection Atas (ARA) dalam perdagangan Senin (19/1/2026). Suspensi ini diambil sebagai upaya cooling down menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai tak wajar.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan suspensi dimulai per sesi I tanggal 20 Januari 2026 di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hingga pengumuman bursa lebih lanjut.
Tujuh saham yang disuspensi tersebut yakni, PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL), PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA), PT Estee Gold Feet Tbk. (EURO), PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk. (SPRE), PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK), serta PT Singaraja Putra Tbk. (SINI).
Sebelum diganjar suspensi, saham-saham tersebut berpesta ARA pada perdagangan Senin (19/1). Saham BELL memimpin reli dengan lonjakan 34,55 persen hingga mentok di Rp148. Disusul ROCK yang terbang 25 persen ke level Rp2.700, serta OASA yang ikut mengunci ARA 24,62 persen di Rp486.
Tak ketinggalan, BNBA ditutup nyaris ARA, menguat 20,6 persen Rp1.200. Sementara itu, tiga saham lain yakni, EURO melonjak ARA setinggi 10 persen ke Rp715, SPRE yang baru saja dicaplok perusahaan Singapura itu naik 9,88 persen ke Rp356, serta saham Happy Hapsoro yakni, SINI menguat ARA 9,87 persen di level tinggi Rp19.200.
Berdasarkan catatan pasar, suspensi terhadap saham BELL, BNBA, OASA, dan EURO merupakan suspensi pertama dan diperkirakan hanya berlangsung satu hari perdagangan, sehingga berpotensi kembali normal pada sesi berikutnya.
Sementara itu, saham SPRE memasuki suspensi kedua dan diperkirakan dapat berlangsung lebih lama dikunci hingga sepekan lamanya, serta membuka peluang masuk ke papan FCA (Full Call Auction).
Adapun, SINI dan ROCK telah memasuki suspensi ketiga, yang secara historis berpotensi berlangsung hingga satu bulan dan besar kemungkinan berujung pada mekanisme FCA. (*)
Related News
Bebas Jebakan Suspensi, Dua Saham Ini Sandang FCA
Menjadi Sorotan Bursa, Empat Lanjut Menguat Dua Terkapar
48 Emiten Belum Sampaikan Laporan Keuangan September, Denda Rp150 Juta
Lepas Suspensi, Saham INDS Bakal Koreksi atau Lanjut Akselerasi?
Sempat ARA, Saham POLA Langsung Digembok Bursa
Komdigi Minta Penjelasan Meta Soal Keamanan Data Pengguna Instagram





