Astra dan Kadin Bekali 30 UMKM Tangkap Pasar Global
:
0
Ketua Pengurus Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra – YDBA), Rahmat Samulo, memberikan sambutan mewakili Astra International dan Yayasan Astra – YDBA dalam Pembukaan Pembekalan Peserta Astra di Trade Expo Indonesia (TEI) 2026, Ruang Training Yayasan Astra – YDBA, Jakarta (12/10). Foto - Dok Astra
EmitenNews.com - Grup Astra dan Kadin Indonesia membekali 30 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpilih. Itu penting untuk memasarkan produk unggulan Indonesia ke pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. UMKM disiapkan menghadapi calon pembeli dari berbagai negara dalam pameran pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Puluhan UMKM tersebut merupakan hasil seleksi dari 240 peserta DSA Export Challenge. Mereka terdiri atas 10 UMKM binaan Yayasan Astra–YDBA, 15 Desa Sejahtera Astra (DSA), dan lima UMKM binaan Grup Astra lainnya. Pembekalan berlangsung selama dua hari, 12–13 Oktober 2026, dengan materi mencakup karakteristik pembeli internasional, penghitungan harga ekspor, hingga strategi negosiasi bisnis.
Persiapan itu, diharap membantu pelaku UMKM meningkatkan kesiapan menghadapi persaingan pasar global. Program tersebut merupakan kolaborasi Astra International, Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Kementerian Perdagangan, dan Kadin Indonesia. Sebanyak 30 peserta terpilih nanti akan menampilkan produk di booth Astra dalam pameran TEI 2026.
Ketua Pengurus Yayasan Astra–YDBA, Rahmat Samulo, menyampaikan sambutan dalam pembukaan pembekalan peserta di Jakarta, Senin (12/10/2026). Materi pelatihan diberikan bersama Akademi Mudah Ekspor untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai proses ekspor. Mulai mengenali kebutuhan calon pembeli hingga menyusun penawaran harga dan melakukan negosiasi.
Kehadiran UMKM dalam TEI 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan Indonesia kepada calon mitra dagang internasional. Namun, keberhasilan menembus pasar ekspor juga bergantung pada kualitas produk, konsistensi pasokan, pemenuhan standar negara tujuan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli.
Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan lebih siap memanfaatkan pameran perdagangan internasional sebagai sarana membangun jaringan bisnis, dan memperluas akses pasar. (*)
Related News
Jebol! IHSG Anjlok 2,59 Persen ke 5.936, Ini Biang Keroknya
IHSG dan Harga Saham BBCA Sama-Sama Anjlok di Bawah 6.000
Transaksi Rp1,46T, KISI Challenge: Beyond Tomorrow Makin Sengit
Seluruh Sektor Tertekan, IHSG Siang (12/10) Terkoreksi Nyaris 2 Persen
AASI Perkuat Kapasitas dan Apresiasi Tenaga Pemasar Asuransi Syariah
IHSG Dibuka Menguat di Awal Pekan, Muncul Proyeksi Rebound oleh Analis





