EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) tak kunjung memberi tanda-tanda hadirnya emiten baru IPO. Padahal, perdagangan tahun 2026 sudah memasuki hari ke-7.

Kondisi tersebut jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025 misalnya. Saat itu, BEI sudah mencatatkan 8 emiten baru IPO hanya dalam waktu 8 hari perdagangan.

Nama-nama emiten yang IPO pada Januari 2025 tersebut antara lain Asuransi Digital Bersama (YOII), Raharja Energi Cepu (RATU), Kentanix Supra International (KSIX). Kemudian ada Raja Roti Cemerlang (BRRC), Hero Global Investment (HGII), dan Brigit Biofarma Teknologi (OBAT).

Dua nama lainnya adalah Bangun Kosambi Sukses (CBDK) dan Delta Giwi Wacana (DGWG).

Begitu juga jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024, BEI mencatat 7 perusahaan IPO dalam kurun waktu 5-11 Januari dan sepanjang Januari 2024 mencapai 9 perusahaan.

Kemudian pada 2023, BEI mencatat total 10 perusahaan baru IPO sepanjang Januari dengan 8 perusahaan di antaranya tercatat dalam waktu 6 hingga 11 Januari.

Sementara pada 2022, jumlah IPO pada Januari lebih sedikit atau hanya mencapai 5 perusahaan dalam kurun waktu 3-28 Januari.

Sebagai informasi, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, pihaknya mencatat terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp22,28 triliun. Dari jumlah itu, 10 di antaranya merupakan IPO dengan nilai Rp1,66 triliun.

Adapun sepanjang 2025, BEI mencatatkan 26 emiten baru. Dari jumlah itu, pencatatan terakhir adalah Super Bank Indonesia (SUPA) yang berlangsung pada 17 Desember 2025.

Lantas kapan BEI akan kedatangan emiten baru IPO? Dalam keterangan terakhir, Direktur Penilaian Perusahaan Tercatat BEI I Gede Nyoman Yetna hanya mengatakan, ada dua perusahaan lighthouse yang akan IPO pada kuartal I-2026. (*)