Bangun Kios Sendiri, Pupuk Indonesia Ingin Kuasai Jalur Distribusi Mulai dari Pabrik
Bangun Kios Sendiri, Pupuk Indonesia Ingin Kuasai Jalur Distribusi. dok. SoloPos.
EmitenNews.com - Ini upaya meningkatkan ketersediaan pupuk untuk petani. Untuk itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) membuka kios pupuk komersial dengan target pengembangan 1.000 kios yang dimulai pada tahun ini hingga 2023. Pupuk Indonesia ingin menguasai jaringan distribusi dari pabrik, sampai ke kios.
Melalui keterangan pers, Senin (7/11/2022), Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan bahwa penambahan kios pupuk komersial di daerah akan memperluas jangkauan pasar. Selain untuk mendekatkan diri kepada petani, sekaligus sebagai sarana edukasi dan informasi tentang manfaat pupuk.
Salah satu kios pupuk komersial yang sudah siap beroperasi berada di Desa Canggu, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Kios pupuk nonsubsidi atau komersial ini bisa dimanfaatkan para petani untuk memenuhi kebutuhan pupuknya.
“Prinsipnya, Pupuk Indonesia ini selalu menumpang di kios-kios orang lain untuk jualan pupuk komersial. Sekarang kami tidak ingin begitu, karena ingin kuasai jalur distribusi dari pabrik sampai kios. Jadi petani bisa akses kios yang barang atau produknya dari kami," katanya.
Pengembangan 1.000 kios pupuk komersial juga sebagai jawaban atas masih banyaknya petani yang merasa kesulitan menjangkau atau membeli pupuk komersial milik Pupuk Indonesia.
Karena itu, Pupuk Indonesia perlu memperluas jaringan kios yang khusus menjual pupuk komersial atau nonsubsidi, apalagi saat ini anggaran pupuk bersubsidi terbatas. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 5 Tahun 2022, pemerintah menetapkan kuota pupuk bersubsidi sekitar 8,04 juta ton. ***
Related News
Inilah Profil Jeffrey Hendrik, Pimpinan Sementara BEI
Permintaan Tinggi Angkat HPE Konsentrat Tembaga dan Emas
Dari 23 Subsektor Industri Pengolahan, 20 Di Fase Ekspansi
Bapanas Pastikan Ketersediaan Pangan Pokok Aman Hingga Maret
IKI Januari 2026 Catat Rekor Tertinggi Dalam 49 Bulan
Pemerintah Dan BI Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi 2026





