Bangun PLTS, Bukit Asam (PTBA) Ekspansi ke Bisnis Energi Baru Terbarukan
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bangun PLTS, Ekspansi ke Bisnis Energi Baru Terbarukan. dok. ptba.
EmitenNews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus meningkatkan portofolio dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Demikian cara PTBA berekspansi ke energi baru dan terbarukan (EBT). Perseroan membangun PLTS di beberapa lokasi bekerja sama dengan pihak lain.
Dalam keterangan pers, Selasa (25/10/2022), Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyebutkan upaya tersebut merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi dan kimia kelas dunia. Terutama sebagai perseroan peduli lingkungan yang sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Catatan yang ada menunjukkan, PTBA sejauh ini telah membangun PLTS di Bandara Soekarno Hatta Jakarta melalui kerja sama dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Pembangkit tenaga surya yang sudah beroperasi penuh sejak Oktober 2020 ini terdiri atas 720 solar panel system, dengan photovoltaics berkapasitas maksimal 241 kilowatt-peak (kWp), dan terpasang di Gedung Airport Operation Control Center (AOCC).
Selain itu, PTBA juga bekerja sama dengan Jasa Marga Group untuk pengembangan PLTS di jalan tol. Pada 21 September 2022, PLTS berkapasitas 400 Kilowatt-peak (kWp) di Jalan Tol Bali-Mandara telah beroperasi.
Dalam acara SoE International Conference 2022 di Bali pada 18 Oktober 2022, PTBA menjajaki potensi kerja sama pengembangan PLTS di lokasi operasional Semen Indonesia Group (SIG). PTBA melalui anak usahanya, PT Bukit Energi Investama (BEI) akan membangun PLTS untuk mendukung kegiatan operasional pabrik PT Semen Padang, anak usaha SIG.
Rencananya pembangunan PLTS mencakup PLTS Rooftop dan PLTS Ground Mounted yang ditargetkan beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD) pada tahun 2023-2024.
"Semua itu dilakukan agar PTBA memiliki pengalaman dalam operasional, manajemen, hingga perawatan PLTS. Pengalaman ini akan bermanfaat bagi PTBA ketika suatu saat masuk ke PLTS berskala besar," kata Arsal Ismail. ***
Related News
Rights Issue Jumbo BNBR, Risiko Dilusi Hingga 33 Persen
Malibu Walk Jababeka, Kekuatan Ekosistem Industri Pacu Nilai Investasi
TPIA Percepat Pabrik CA-EDC, Target Kapasitas 21 Juta Ton 2027
DIVA Siap Lepas 28,58 Juta Saham Treasury ke Pasar, Dimulai 11 Maret
Emiten Milik Kaesang (PMMP) Umumkan Pengunduran Diri Direktur
Grab Kembali Borong SUPA Rp285,5 Miliar, Kepemilikan Tembus 15 Persen!





