Banyak Produk Baru, Bintraco Dharma (CARS) Optimistis Penjualan Meledak Kuartal IV 2022
EmitenNews.com - PT Bintraco Dharma (CARS) paruh pertama 2022 menyedot belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp5 miliar. Itu sekitar 23,8 persen dari total target belanja modal sepanjang tahun ini Rp21 miliar. Dana belanja modal itu, mayoritas untuk penyediaan mobil test drive.
Alokasi itu, penting untuk mensupport produk-produk baru. Untuk tahun depan, sudah ada rencana kalau berjalan sesuai dengan perkiraan, akan ada alokasi belanja modal yang diharap membawa dampak positif bagi pemegang saham.
Sementara untuk penjualan modal hingga Agustus 2022, Bintraco Dharma baru menjual mobil 11.100 unit. Itu sekitar 55,5 persen dari proyeksi sepanjang tahun ini sebanyak 20 ribu unit kendaraan. Capaian itu, belum mengalkulasi produk baru yang akan diluncurkan pada kuartal empat 2022.
Catatan lain perlu diwaspadai juga isu chip crisis yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian, namun di sisi lain harapan diterimanya produk baru ini tentu diharapkan menjadi sentimen positif bagi Perseroan.
Menilik hasil itu, terlalu dini bagi perseroan untuk lempar handuk. Artinya, belum ada rencana untuk merevisi target sepanjang 2022. Namun, posisi ketidakpastian tetap menjadi catatan untuk dipertimbangkan.
Apakah regulasi pembatasan penggunaan pertalite berdampak pada penjualan? Sedikit banyak dapat mempengaruhi daya beli pembelian mobil baru. Namun, dampaknya apakah akan instan, tentu waktu akan menjawabnya. Sementara ini, product line up model LGCG seperti Agya dan Calya berpotensi mendapat dampak positif sehubungan dengan pembatasan Pertalite ini. (*)
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





