EmitenNews.com - PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) membukukan kinerja yang solid pada Kuartal I-2026 dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah penyesuaian pendapatan usaha. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan penerapan strategi efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Pada periode Januari-Maret 2026, BDKR mencatatkan pendapatan sebesar Rp97,6 miliar atau menurun 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp107,72 miliar. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh faktor timing pengakuan proyek yang merupakan karakteristik umum dalam industri konstruksi.

Di tengah penyesuaian pendapatan, aktivitas operasional Perseroan tetap terjaga melalui kontribusi dari berbagai proyek yang sedang berjalan, khususnya pada segmen marine dan infrastruktur. Beberapa proyek yang memberikan kontribusi antara lain pekerjaan maintenance PLTB di Tolo, Sulawesi Selatan, serta proyek-proyek dermaga seperti Terminal Kalibaru Tahap 1B, pembangunan jetty multipurpose di Wanam, Merauke dan proyek terminal LPG di Tuban, Jawa Timur.

Portofolio proyek yang dijalankan tersebut mencerminkan kekuatan utama BDKR sebagai kontraktor spesialis di bidang pondasi, perbaikan tanah, serta konstruksi marine dan heavy lift. Dengan fokus pada pekerjaan berkompleksitas tinggi, Perseroan mampu menciptakan diferensiasi di pasar, sekaligus menjaga profitabilitas melalui berbagai proyek dengan profil margin yang lebih optimal.

Kontribusi sejumlah proyek tersebut turut mendukung peningkatan kualitas profitabilitas BDKR. Margin laba bruto meningkat menjadi 43,31% dari sebelumnya 41,61%, mencerminkan keberhasilan strategi selektivitas proyek serta peningkatan efisiensi dalam pelaksanaan operasional.

Pada sisi bottom line, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp4,93 miliar atau meningkat 7,55% secara tahunan. Kinerja ini menunjukkan bahwa Perseroan mampu menjaga pertumbuhan laba yang berkualitas, meskipun pendapatan mengalami penyesuaian.

Selain itu, Perseroan juga mencatatkan perbaikan signifikan pada struktur keuangan, yang tercermin dari penurunan beban bunga sebesar 45,37%. Langkah ini menjadi bagian dari strategi optimalisasi leverage yang secara langsung memperkuat kualitas laba dan fleksibilitas keuangan Perseroan.

Menurut Direktur Operasional BDKR, Tan Franciscus, penyesuaian tingkat pendapatan tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental usaha, melainkan bagian dari dinamika normal dalam siklus operasional proyek.

“Kami melihat hasil kuartal pertama ini sebagai bukti bahwa langkah efisiensi dan pengelolaan keuangan yang kami lakukan mulai memberikan hasil yang nyata. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kinerja yang berkelanjutan,” ujar Franciscus.

Peningkatan kualitas kinerja ini juga tercermin dari membaiknya margin laba bersih menjadi 5,05%, yang menunjukkan efisiensi yang terjadi secara menyeluruh hingga ke level laba bersih.