EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat masih terdapat 327 emiten yang belum memenuhi ketentuan saham free float sebesar 15 persen hingga 31 Mei 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan jumlah tesrebut relatif tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi per 31 Maret 2026 yang tercatat sebanyak 323 emiten.

Saidu menyatakan akan kembali memantau pemenuhan ketentuan free float berdasarkan laporan posisi kepemilikan saham per 30 Juni 2026. Sesuai ketentuan, seluruh perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan tersebut paling lambat 10 Juli 2026.

Guna mendorong kepatuhan emiten, BEI juga telah menjalankan sejumlah langkah mulai dari sosialisasi perubahan Peraturan Nomor I-A yang telah dilakukan pada 8 April 2026, hingga penyampaian pengingat masa transisi pemenuhan free float kepada masing-masing emiten.

“Penyampaian reminder masa transisi pemenuhan free float kepada masing-masing perusahaan tercatat, dan pengumuman status pemenuhan free float kepada publik secara rutin setiap tiga bulanan,” ujar Saidu dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (10/7).

Selain itu, BEI menggelar sosialisasi berkala kepada emiten, termasuk program khusus bagi emiten yang belum memenuhi batas minimum free float sebesar 15%. Program tersebut telah dimulai sejak 5 Juni 2026 dan akan dilaksanakan secara rutin setiap dua bulan sekali.

Di samping itu, BEI juga menyediakan layanan hot desk yang dapat dimanfaatkan emiten maupun masyarakat apabila membutuhkan informasi terkait ketentuan free float. Bursa turut menyelenggarakan program capacity building guna meningkatkan kualitas kinerja emiten dan fungsi investor relations.

Sementara di sisi pengawasan, BEI bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Monitoring Free Float. Pertemuan perdana satgas tersebut telah dilaksanakan pada Juli 2026 dan selanjutnya akan digelar secara berkala setiap tiga bulan.

BEI juga terus memperluas akses emiten kepada investor melalui berbagai kegiatan promosi. Salah satunya melalui Public Expose Live yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 dan diikuti delapan perusahaan tercatat dengan free float di bawah 15%. Kegiatan serupa akan kembali digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Pasar Modal Indonesia pada September 2026.

“Lalu, kami juga berencana melakukan roadshow Perusahaan Tercatat kepada investor di dalam dan luar negeri, mulai bulan Agustus 2026,” pungkas Saidu.