BEI Kekang Dua Saham, Salah Satunya Terancam Terkunci Sepekan
Screencast logo perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE) dan PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) mulai Selasa (27/1/2026). Namun, durasi suspensi kedua saham tersebut berbeda, di mana ENZO berpotensi disuspensi lebih lama hingga sekitar satu pekan, sementara BLUE hanya menjalani suspensi satu hari bursa.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai bentuk perlindungan investor setelah terjadinya pergerakan harga yang dinilai tidak wajar.
“Suspensi dilakukan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” ujar Yulianto dalam keterangan BEI, Selasa (27/1/2026).
Untuk saham BLUE, BEI diperkirakan menjatuhkan suspensi pertama setelah harga saham mencatat kenaikan signifikan. Suspensi berpotensi berlaku hingga satu hari bursa dan saham berpeluang kembali diperdagangkan normal pada perdagangan berikutnya.
Pada perdagangan Senin (26/1/2026), saham BLUE ditutup menguat 6,93% atau naik Rp400 ke level Rp6.175, dari penutupan sebelumnya Rp5.775 pada Jumat (23/1/2026).
Dalam sepekan saham ini melesat 18,18 persem di Rp6.175, lalu dalam sebulan berlanjut naik 112,93 persen, dan dalam triwulan terakhir telah naik pesat 276,52 persen setara naik 4.535 poin dari harga sebelumnya Rp1.640 pada 27 Oktober 2025.
Berbeda dengan BLUE, saham ENZO menjalani suspensi kedua setelah sebelumnya digembok pada perdagangan tertanggal 22 Januari 2026 dan akan diganjar masuk dalam mekanisme Full Call Auction (FCA) atau pengawasan khusus bursa. Dengan status tersebut, suspensi ENZO diperkirakan dapat berlangsung hingga sekitar satu pekan, mengikuti pola pengawasan berjenjang yang diterapkan BEI.
Pada perdagangan terakhir, saham ENZO menguat mentok Auto-Rejection Atas (ARA). Harga ditutup di Rp113 per saham, naik 9,71% atau Rp10 dari penutupan sebelumnya di Rp103 pada 23 Januari 2026.
Dalam seminggu terakhir sahamnya menguat 31,4 persen di Rp113, dalam sebulan berlanjut naik hingga setinggi 151,11 persen, dan dalam triwulan terakhir harganya kian melesat 182,5 persen naik 73 poin dari harga Rp40 pada 27 Oktober 2025. (*)
Related News
Masuk Pemantauan Khusus, PADI dan KOCI Kompak ARB
Produk Furnitur dan Dekorasi RI Mengilap Di Toronto Market Week 2026
UMKM Dominasi Transaksi QRIS di Kuartal IV 2025
Ikuti Wall Street, IHSG Lanjut Menyala
Konsolidatif, IHSG Arungi Level 9.100
IHSG Rawan Koreksi, Bungkus Saham AKRA, BRIS, dan JSMR





