BEI Kekang Lagi 5 Saham Usai ARA Serempak
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dinamika penguatan serta penurunan indeks.
EmitenNews.com -Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara perdagangan lima saham setelah mencatat lonjakan harga hingga empat dari lima saham tersebut menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) secara serempak. Suspensi diberlakukan sebagai langkah cooling down dan perlindungan bagi investor.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa saham yang disuspensi meliputi Satu Visi Putra (VISI), Tirta Mahakam Resources (TIRT), Surya Permata Andalan (NATO), Artha Mahiya Investama (AIMS), dan Indo Boga Sukses (IBOS).
Suspensi atas kelima saham tersebut mulai berlaku pada sesi I perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hingga ada pengumuman lebih lanjut dari otoritas bursa.
Pada perdagangan terakhir, Kamis (22/1/2026), Saham VISI menembus harga tertinggi harian dengan naik 24,46 persen atau naik 113 poin sentuh ARA di level Rp575 dari posisi sebelumnya Rp462. Saham TIRT turut mengekor ARA dengan kenaikan 9,91 persen atau 42 poin ke Rp466.
Saham AIMS turut melambung setinggi 24,43 persen atau 160 poin mentok harga ARA di Rp815 dari Rp655, diikuti pula, saham IBOS ngegas ARA 9,42 persen atau 13 poin ke Rp151, sementara saham NATO terpantau menguat 5,26 persen atau 50 poin ke Rp1.000.
Berdasarkan catatan bursa, AIMS baru pertama kali dikenakan suspensi dan berpeluang kembali diperdagangkan normal setelah satu hari.
IBOS dan VISI masuk kategori suspensi kedua yang berpotensi dikunci hingga sepekan berjalan dan berpotensi menyandang status Full Call Auction (FCA) usai buka suspensi.
Sementara NATO dan TIRT, yang sebelumnya telah berstatus saham dalam pengawasan bursa (FCA), masuk suspensi ketiga dan diperkirakan dapat digembok lebih lama hingga lebih dari sepekan lamanya.
BEI mengimbau investor untuk selalu mencermati keterbukaan informasi serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi, terutama pada saham-saham yang pergerakannya tidak mencerminkan kondisi fundamental secara wajar. (*)
Related News
Jumlah ATM Bakal Terus Berkurang
Sudah FGD dengan OJK, Bank KBMI 1 Diminta Susun Roadmap Konsolidasi
LPS Targetkan Implementasikan Penjaminan Polis Pada 2027
Tiga dari Empat Saham Naik Kencang Kini Ambles Bersamaan Usai UMA
Enam Saham Lepas Suspensi, Tiga Saham Ngacir ARA Sisanya ARB
Digitalisasi Pesat, BI Reformasi Aturan Industri Sistem Pembayaran





