BEI Kuliti Transaksi TikTok, Begini Penjelasan Goto Group (GOTO)
:
0
EmitenNews.com - Goto Group (GOTO) hanya mengempit 24,99 persen saham Tokopedia. Itu menyusul TikTok masuk menjadi pengendali Tokopedia dengan porsi 75,01 persen. Goto Group menjamin, kepemilikan saham di Tokopedia tidak akan mengalami dilusi lebih lanjut di masa mendatang.
Para pihak akan memenuhi ketentuan pengambilalihan yang diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas sebagaimana diubah dari waktu ke waktu. Nah, detail dampak keuangan soal penyelesaian rencana investasi masih dinilai karena rencana investasi akan selesai pada kuartal pertama 2024. Secara keseluruhan dampak tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Sebagai bagian dari penyusunan laporan keuangan konsolidasian perseroan tahun 2023, akan dilakukan penelaahan atas dampak transaksi terhadap saldo goodwill terkait Tokopedia. Penilaian itu, kemudian perlu diaudit auditor perseroan, dan hasil audit tersebut akan tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian perseroan pada tanggal, dan untuk tahun 2023 akan dipublikasikan kuartal pertama 2024.
Setelah penyelesaian transaksi dan perubahan pengendalian Tokopedia terjadi dalam kuartal pertama 2024, perseroan akan melakukan dekonsolidasi Tokopedia dalam laporan keuangan konsolidasian sesuai PSAK 65: laporan keuangan konsolidasian. Dekonsolidasi, sesuai standar akuntansi mengharuskan perseroan membalikkan seluruh aset, dan liabilitas terkait Tokopedia dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, yang meliputi Goodwill. Kerugian atas dekonsolidasi akan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian, dan rugi komprehensif lainnya.
Perseroan akan mencatat sisa 24,99 persen kepemilikan saham Tokopedia sebagai investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar. Selanjutnya, perseroan akan mencatat investasi di Tokopedia sesuai dengan PSAK 15, investasi pada entitas asosiasi. Pertimbangan Goto Group melepas 75,01 persen saham Tokopedia kepada TikTok Pte Ltd (TikTok) dikaitkan dengan pendapatan dan laba menjadi sebagai berikut.
Pertama, melalui rencana investasi itu, Tokopedia akan diuntungkan dengan mendapat akses secara langsung atas kesempatan live commerce yang sedang bertumbuh dengan pesat. Melalui kerja sama, Tokopedia dan TikTok akan membangun kombinasi bisnis sebagai pemimpin e-commerce, melanjutkan misi pengutamaan mata pencaharian untuk ratusan ribu pelaku UMKM di negara ini.
Kedua, Tiktok telah berkomitmen untuk memberikan pendanaan untuk Tokopedia. Kekuataan global dan finansial TikTok menjadi sangat penting dalam mendukung upaya tersebut di tengah dinamika persaingan yang terus berkembang, seiring dengan kembali berkembangnya Tokopedia (sebagaimana disebutkan dalam paparan kinerja (earnings call) kuartal terakhir Perseroan).
Perlu ditekankan, perseroan akan tetap memiliki kepemilikan 24,99 persen dari entitas Tokopedia yang tidak akan terdilusi lebih lanjut dikarenakan pendanaan di masa depan dari TikTok. Itu menjadi sangat signifikan karena lingkungan persaingan dalam industri e-commerce masih tidak menentu. Dengan komitmen TikTok dalam pendanaan untuk pertumbuhan di masa depan Tokopedia, perseroan akan mendapat fleksibilitas lebih tinggi untuk mengalokasikan sumber daya dan modal, termasuk kemampuan lebih baik untuk memperbaiki penjualan, beban pemasaran, profitabilitas perseroan, dan anak usaha di masa depan terlepas dari dinamika persaingan di industri e-commerce.
Ketiga, setelah transaksi diselesaikan, perseroan akan menerima biaya layanan e-commerce. Di mana, itu merupakan biaya secara kuartalan akan dibebankan atas layanan-layanan khusus akan diberikan sesuai persetujuan para pihak. Biaya layanan e-commerce merupakan hasil dari biaya yang disetujui, dengan rentang berdasarkan Gross Merchandise Value (GMV) dari entitas Tokopedia, dikalikan dengan GMV dari Tokopedia setelah mengeluarkan GMV dari digital goods, beberapa high value items tertentu dan item-item tidak termasuk lainnya, akan disepakati para pihak. Biaya layanan e-commerce ini akan secara langsung berkontribusi pada EBITDA perseroan.
Terakhir, perseroan berkeyakinan ada peluang kolaborasi menarik antara entitas Tokopedia telah diperluas dengan bisnis fintech, dan on-demand perseroan. Salah satunya, perseroan dapat memanfaatkan basis pengguna jauh lebih besar seharusnya mampu mendorong volume pembayaran, pemberian pinjaman, pengiriman perseroan, secara langsung meningkatkan pendapatan, dan laba perseroan.
Related News
RAJA Catat Laba Bersih Tumbuh 14 Persen, Diversifikasi jadi KunciĀ
Berkat Hauling Road, Pendapatan RMKE Tumbuh 2,4 Kali Lipat Kuartal I
BSDE Catat Prapenjualan Rp2,54T, Ditopang Permintaan Properti Hunian
RMKE Umumkan Rampung Buyback, Harga Saham Tertekan
Laba Emiten Alkes OMED Q1-2026 Melejit, Terdongkrak Belanja Pemerintah
LPIN Bagi Dividen Rp45 per Saham, Cek Jadwal Pentingnya Pekan Depan!





