TBIG Makin Agresif, Pacu Ekspansi Bisnis Network Access Point
:
0
Menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (Foto: TBIG)
EmitenNews.com - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mulai memperluas bisnis di luar penyewaan menara telekomunikasi. Melalui anak usaha utamanya, PT Tower Bersama (TB), perseroan akan merambah bisnis Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet (Network Access Point/NAP) sebagai bagian dari strategi memperkuat ekosistem infrastruktur digital.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Kamis (16/7/2026), manajemen menjelaskan bahwa PT Tower Bersama merupakan entitas anak dengan kontribusi pendapatan lebih dari 20% terhadap pendapatan konsolidasian TBIG sehingga perubahan kegiatan usaha ini tergolong material.
Selama ini PT Tower Bersama menjalankan bisnis utama penyewaan menara telekomunikasi dan micro cell pole kepada operator seluler. Dengan penambahan kegiatan usaha berkode KBLI 61107, perusahaan akan memperluas layanan ke bisnis Network Access Point (NAP) yang menjadi gerbang interkoneksi jaringan internet.
Masuknya bisnis NAP diharapkan membuat layanan infrastruktur digital TBIG semakin terintegrasi dan tidak hanya bergantung pada penyewaan menara telekomunikasi.
"Langkah tersebut juga membuka peluang sumber pendapatan baru seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital di Indonesia," tulis manajemen TBIG.
Posisi keuangan diyakini cukup kuat untuk mendukung ekspansi tersebut. Hingga 31 Maret 2026, perseroan membukukan total aset Rp46,51 triliun dengan ekuitas Rp13,26 triliun. Pada kuartal I-2026, TBIG mencatat pendapatan Rp1,71 triliun dan laba bersih Rp405,16 miliar.
Meski demikian, rencana penambahan kegiatan usaha ini masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026.
Related News
Emiten Sujaka Lays COAL Terbebas Gembok Suspensi 12 Hari
PRDL ARA 5 Hari Beruntun, BEI Tetapkan Status Unusual Market Activity
Genjot Value, TRIS Gelar Dua Aksi Korporasi
ENRG Suntik Anak Usaha Rp1,09 Triliun, Tengok Realisasinya
Makin Parah! Defisit WSKT Paruh Pertama Tembus Rp22,13 Triliun
ASII Buru Izin Investor, Geber Program MSOP Segini





