BEI Umumkan Dua Emiten Ini Tidak Memiliki Pendapatan Usaha
:
0
Potret gelap lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjatuhkan sanksi penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap dua emiten, yakni PT Meta Epsi Tbk. (MTPS), dan PT Totalindo Eka Persada Tbk. (TOPS). Kebijakan ini mulai berlaku pada Sesi I perdagangan Rabu, 5 November 2025.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan bahwa penghentian sementara perdagangan saham KICI dilakukan sebagai tindakan cooling down untuk menjaga perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien.
Sementara itu, dalam pengumuman terpisah, BEI juga menetapkan suspensi bagi saham MTPS serta perpanjangan suspensi untuk TOPS, lantaran keduanya telah tercatat dalam Papan Pemantauan Khusus (Full-Call Auction/FCA) selama lebih dari satu tahun berturut-turut.
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M. Pandjaitan, menjelaskan bahwa saham MTPS dan TOPS termasuk dalam kategori III.1.3 Papan Pemantauan Khusus, yakni emiten yang tidak memiliki pendapatan usaha dalam laporan keuangan terakhirnya. Keduanya juga telah menyandang notasi khusus “S” yang menandakan kondisi tersebut.
Berdasarkan surat resmi BEI, suspensi saham MTPS dilakukan di seluruh pasar, sedangkan TOPS yang sebelumnya dibekukan di Pasar Reguler dan Negosiasi, kini diperluas hingga ke seluruh pasar.
Sebelum penghentian sementara, saham MTPS ambles hingga Auto-Rejection Bawah (ARB) 8,99% ke Rp81 per saham. Adapun saham TOPS telah terkunci di level Rp1 per lembar selama lebih dari satu tahun terakhir tanpa aktivitas perdagangan.
Related News
BEI Jadwalkan Ulang Floor Price Saham Rp1, ARA–ARB, & Evaluasi FCA
Penilaian LPS, Simpanan Nasabah BPR Arfindo Layak Bayar Rp271 Miliar
Jajaki Akses Pasar Modal Lintas Negara, BEI-Alpaca Berkolaborasi
Sempat Dilarang OJK, BEI Siap Buka Akses Beli Saham Emiten Bursa Asing
Soal Rp50 ke Rp1, BEI Targetkan Live di Pekan Terakhir September
Kurangi Dolar AS, BI-MAS Implementasikan Penggunaan Mata Uang Lokal





