Benteng Api (BATR) Resmi Catatkan Sahamnya di BEI
Manajemen PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) ketika mencatakan sahamnya di BEI Senin (10/6)
EmitenNews.com - PT Benteng Api Technic Tbk (BATR), sebuah perusahaan yang memproduksi material konstruksi tahan api, resmi mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 10 Mei 2024.
Saat Penawaran Umum Perdana Saham, saham BATR berhasil naik ke zona positif. Harga pembukaan sahamnya adalah Rp122 per lembar, dengan kenaikan sebesar 10,91% pada sesi perdagangan pertama.
Dalam IPO ini, BATR melepas maksimal 20,50% sahamnya ke publik, atau sekitar 620.000.000 saham baru dengan harga Rp110 per lembar, mengumpulkan dana sebesar Rp68,2 miliar. Direktur Utama BATR, Ridwan, menyatakan bahwa langkah IPO ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan pasar refraktori di Indonesia.
Diperkirakan pasar refraktori Indonesia akan terus tumbuh, didorong oleh permintaan dari berbagai industri seperti baja, nickel, tembaga, pupuk, petrokimia, semen, kaca, keramik, minyak kelapa sawit, makanan, minuman, dan pembangkit listrik. Ridwan menyebut bahwa meningkatnya produksi besi & baja, serta permintaan akan konservasi energi, menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar ini.
Selain IPO, perusahaan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 620.000.000 saham, yang akan menghasilkan dana sebesar Rp186 miliar. Dana dari IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, dengan sebagian besar untuk pembelian tanah, bangunan, peralatan laboratorium, dan mesin produksi. Sisanya akan digunakan untuk Operational Expenditure (OPEX) berupa persediaan barang jadi dan bahan baku.
Kinerja keuangan per November 2023 menunjukkan bahwa BATR telah mencatat laba bersih sebesar Rp9,32 miliar, dengan pendapatan usaha mencapai Rp123,18 miliar. Total aset perusahaan hingga akhir November 2023 mencapai Rp112,73 miliar, dengan liabilitas sebesar Rp41,43 miliar, dan ekuitas senilai Rp71,29 miliar.
Related News
Tembus Rp1,47T, Laba Astra Agro (AALI) Melonjak 28,25 Persen di 2025
OJK Bongkar Kasus Transaksi Semu Saham IMPC 2016, Ini Kronologisnya
Bos NTBK Jual Berturut 50 Juta Saham, Total Nilai Rp4,6 Miliar
Dalam Proses Akuisisi, Pengendali DPUM Diam-Diam Jual 25 Juta Saham
PKPU Jerat Anak Usaha HILL, Kontributor 99,86 Persen Pendapatan Grup
Jelang Beku, Broker Boy Thohir (TRIM) Buang 105,76 Juta Lembar





